Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi II DPR RI yang juga Ketua Bappilu PKS, Mardani Ali Sera, mendorong agar pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu segera dilakukan secara terbuka. Ia menilai aturan yang menyangkut kepentingan publik seharusnya dibahas secara transparan sejak awal.
“Kita dorong segera dibahas bersama. Aturan main untuk kepentingan publik bagusnya dibahas transparan dan sejak awal,” kata Mardani.
Menurutnya, pembahasan tersebut penting untuk memastikan terciptanya pemilu yang adil dan demokratis. Ia menyebut PKS telah menyiapkan sejumlah materi untuk mendukung pembahasan agar menghasilkan sistem pemilu yang bersih dan berkeadilan.
“Salah satu prinsip bernegara adalah kesamaan hak dan kedudukan dalam pemerintahan. Biar ada pemilu yang adil dan setara. Kompetisi yang baik bagus buat demokrasi. Agar check and ballance kokoh dan suara publik terus diangkat,” ujarnya.
Mardani juga menekankan agar revisi yang dilakukan tidak terlalu banyak mengubah sistem yang sudah ada, demi menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemilu.
“Intinya jangan banyak perubahan dari pemilu sebelumnya biar ada keberlanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi isu yang menyebut DPR membahas revisi UU Pemilu secara tertutup. Ia membantah anggapan tersebut dan menegaskan komunikasi politik tetap dilakukan secara terbuka, baik formal maupun informal.
“Kalau terkait dengan RUU Pemilu memang hal itu kan ada batas waktunya dan komunikasi-komunikasi politik tetap kami lakukan di partai politik dan itu tidak dilakukan tertutup,” kata Puan.
Ia menambahkan bahwa komunikasi dalam proses politik memang tidak selalu berlangsung dalam forum resmi saja.
“Namanya komunikasi itu kan bisa dilakukan secara formal dan informal namun komunikasi politik selalu tetap selalu dilakukan,” ucap dia.
Puan juga memastikan bahwa revisi UU Pemilu diarahkan untuk menjaga kualitas demokrasi dan tidak merugikan kepentingan bangsa.
“Intinya semangatnya itu adalah supaya nantinya pemilu itu bisa berjalan dengan jujur adil kemudian berjalan dengan baik semangat demokrasinya itu tetap jangan merugikan bangsa dan negara,” ucap dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
















