Jakarta, Aktual.co —Perdana Menteri India Narendra Modi, berjanji melindungi kelompok minoritas. Pernyataan ini disampaikan setelah terjadi serangkaian serangan terhadap lembaga Kristen di New Delhi, seperti yang dikutip BBC.
“Saya mengutuk setiap kekerasan terhadap kelompok keagamaan kecil, sebab tidak ada agama setuju terhadap kekerasan. Pemerintah akan menjamin kebebasan dalam menjalankan kepercayaan,” kata Modi dalam acara yang diadakan oleh masyarakat Kristen di India, Selasa (17/02).
Kritikus menyatakan pemerintahan Modi, yang dipimpin Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP), gagal melindungi kelompok agama kecil dan tidak bisa mengendalikan kelompok keras Hindu. Kelompok radikal Hindu dianggap semakin berani sejak kemenangan Modi pada pemilihan umum tahun lalu. Pada awal Februari, pendeta, biarawati dan umat Kristen bentrok dengan polisi ketika berunjukrasa di New Delhi. Kelompok Kristen melakukan unjuk rasa setelah terjadi kekerasan dan pembakaran di gereja-gereja mereka.
Kelompok Hindu garis keras yang suaranya memberi sumbangan besar atas kemenangan BJP dan Narendra Modi mengatakan Hinduisme di India saat ini berada dalam ancaman. Kelompok militan ini juga mulai menjalankan kampanye untuk meyakinkan pemeluk Kristen dan Islam berganti kepercayaan. Desakan untuk mengganti agama itu bisa menjadi masalah politik yang berpeluang memecah belah India. Dari 1,27 miliar penduduk India, 1/5 darinya adalah pemeluk agama lain selain Hindu.

















