Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (15/2), meminta warga-warga Eropa keturunan Yahudi untuk pindah ke Israel, menyusul tewasnya seorang warga Yahudi dalam serangan di luar sinagoga (tempat beribadat kaum Yahudi) utama di Kopenhagen.

“Israel adalah rumah kalian. Kami sedang mempersiapkan dan mengimbau agar (para warga Yahudi, red) berimigrasi dari Eropa,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Ia kembali mengeluarkan desakan itu setelah terjadinya serangan oleh orang-orang Islam garis keras di Paris bulan lalu hingga menewaskan 17 orang, termasuk empat Yahudi.

Dua anggota kepolisian juga mengalami luka-luka dalam serangan hari Minggu. Serangan itu merupakan salah satu dari dua penembakan maut yang terjadi pada akhir pekan di ibu kota negara Denmark itu, yang biasanya dalam keadaan tenang.

Dalam serangan pertama, yang terjadi pada Sabtu, seorang pria berusia 55 tahun tewas di acara diskusi panel yang membahas soal Islam dan kebebasan berpendapat. Acara dihadiri oleh seorang kartunis Swedia, sosok yang berada di belakang gambar-gambar kontroversial Nabi Muhammad.

“Terorisme Islamis oleh kalangan garis keras kembali menghantam Eropa… Warga-warga Yahudi kembali dibunuh di tanah Eropa hanya karena mereka Yahudi,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
 

Perdana menteri Israel itu mengatakan pemerintahannya telah merancang dana senilai 45 juta dolar AS (Rp573,6 miliar) untuk “mendorong datangnya para imigran dari Prancis, Belgia dan Ukraina”.

“Kepada para warga Yahudi Eropa dan Yahudi-Yahudi lainnya di dunia, saya ingin mengatakan bahwa Israel sedang menunggu kalian dengan tangan terbuka,” kata Netanyahu.

Ia telah mengeluarkan imbauan serupa tiga hari setelah terjadinya pertumpahan darah di Paris –dimulai serangan pada 7 Januari di kantor majalah satire Charlie Hebdo hingga menewaskan 12 orang, kemudian hari berikutnya penembakan di luar kota, yang menewaskan seorang polisi perempuan.

Pada 9 Januari, pria bersenjata yang menewaskan polisi perempuan tersebut melakukan penyanderaan di sebuah pasar swalayan penjual produk-produk halal Yahudi (kosher) di Paris dan empat Yahudi tewas saat penyerbuan oleh polisi.

Jenazah-jenazah keempat warga Yahudi itu kemudian diterbangkan ke Israel, tempat mereka dimakamkan.

Para pejabat di Kopenhagen menggambarkan serangan-serangan pada akhir pekan itu sebagai aksi teror. Mereka mengatakan pria, yang diyakini berada di balik penembakan itu kemudian tewas ditembak setelah melancarkan tembakan ke arah polisi di sebuah stasiun kereta api.

Menteri Luar Negeri Israel Avidgor Lieberman menyampaikan duka cita kepada mitranya, Menteri Luar Negeri Denmark Martin Lidegaard, atas terjadinya serangan tersebut.

Lieberman mengatakan Israel “menghargai kerja sama Denmark dalam menjaga keamanan para warga Israel dan Yahudi di Denmark.

 “Sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri mengutip Lieberman ketika mengatakan kepada Lidegaard bahwa Israel “siap untuk melakukan kerja sama apapun yang dibutuhkan dalam masalah ini”.

Artikel ini ditulis oleh: