“Kami masih dalami, bisa iya, bisa tidak, pasti akan mengerucut. Sementara soal peluru atau amunisi yang ditemukan tadi itu masih juga diselidiki, kan nanti ada keterangan dari para tersangka dan saksi,” katanya.
Kamal juga mengemukakan bahwa dengan adanya penemuan ratusan amunisi tersebut, Kabupaten Mimika menjadi salah satu daerah yang paling rawan dilakukan penyelundupan senjata api dan amunisi.
“Termasuk Nabire dan Kabupaten Jayawijaya. Jayawijaya ini bisa lewat jalan darat. Kami harapkan agar warga tetap waspada dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan,” katanya.
Pada Senin pekan ini, seorang pelajar berinisial RW (20) kedapatan membawa 153 butir amunisi dan uang tunai sebanyak Rp110 juta ketika akan terbang ke Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Ratusan amunisi dan uang tersebut yang ditaruh dalam ransel terdeteksi mesin x-ray di Bandara Moses Kilangin, sehingga petugas bandara bekerja sama dengan aparat keamanan setempat langsung menangkap RW dan membawa ke Polres Mimika.
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
















