‎Jakarta, Aktual.com – Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memastikan bolongnya kaca di ruangan Komisaris MNC Bank di lantai 8 Gedung MNC Center bukan disebabkan oleh tembakan. Melainkan akibat terbentur gondola.

Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Pol Hendro Pandowo mengatakan kesimpulan didapat setelah tim identifikasi melakukan olah TKP di ruangan. Serta berdasarkan keterangan dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Kata Hendro, lima orang saksi sudah dimintai keterangan. Yakni pemilik ruangan Bambang Ratmanto yang juga Komisaris MNC Bank, manager gedung, security, dan dua orang pekerja.

“‎Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, sudah kita simpulkan bukan penembakan, tapi benturan kaca dengan gondola pada saat pekerja MNC Center melakukan pembersihan di lantai 8 sehingga pecah atau bolong,” ujar ‎Hendro di Polrestro Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Bolongnya kaca di lantai 8 gedung MNC kemudian ‘ditambal’ oleh silen gondola berupa karet berwarna hitam. Silen gondola itu ditempel di bolongan untuk mencegah melebarnya pecahnya kaca karena hembusan angin.

“Ditemukan dua silen gondola. Ini ditempel pakai lem untuk menahan angin supaya kaca tidak pecah seluruhnya. Kaca di lantai 8 ini dua lapis, yang bolong ini lapisan luar,” ujar dia.

Sekilas, bolongan di kaca itu memang menyerupai bekas tembakan. Tapi tidak ada proyektil peluru yang ditemukan di sana, menguatkan bahwa bolongan itu bukan ditembak.

“Kalau dilihat dari dalam ruangan, orang awam atau polisi pun pasti akan bilang ini penembakan. Tapi kita sudah simpulkan bukan,” ujar dia.

Polres Jakpus saat ini masih mencari tahu siapa yang menempel kaca yang bolong tersebut. “Kapan kejadian benturannya belum tahu. Tapi yang jelas kemungkinan yang nempel adalah pekerja, kemungkinan ya,” ucap Hendro.

Diberitakan sebelumnya, siang tadi pihak kepolisian sempat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di bagian dalam maupun luar gedung MNC Financial Center di Jalan Kebon Sirih, Menteng Jakarta Pusat.

Olah TKP dilakukan di dua lokasi terpisah. Yakni di bagian dalam gedung lantai 8 dan bagian luar gedung. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari proyektil ataupun selongsong peluru yang ditembakan pelaku.

()