Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna saat ditemui diruang kerjanya. Foto/Aziz
Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna saat ditemui diruang kerjanya. Foto/Aziz

Jember, Aktual.com – Terkait kasus Peristiwa perusakan terhadap ambulan serta perebutan jenazah milik rumah sakit Bina Sehat yang terjadi di Dusun Sukmoilang Desa Pace Kecamatan Silo, Jum’at (23/07) lalu, pihak kepolisian terus dilakukan pengembangan oleh jajaran Satreskrim Polres Jember.

Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna saat ditemui diruang kerjanya Kamis (29/7) siang.

Menurutnya, selain memeriksa belasan warga untuk dimintai keterangan, pihak Polres Jember juga melakukan penyelidikan terhadap penyebar vidio di berbagai medsos yang mentertakan kalimat provokatif dan menyebutkan jika ada organ tubuh jenazah yang hilang.

“Ada belasan warga yang sudah kami mintai keterangan terkait perusakan ambulan dan perebutan jenazah, karena di situ ada pelanggaran pidana dan pelanggaran protokol kesehatan, dan ini akan terus kami lakukan penyelidikannya, jika nanti sudah ada titik terang tentu akan kami gelar perkara,” ujar Kasatreskrim Polres Jember.

Tak hanya itu, Pihaknya juga melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi, pihaknya saat ini juga melakukan penyelidikan terhadap penyebar vidio di media sosial, apakah penyebaran tersebut masuk kategori berita hoax atau tidak.

“Untuk penyebar video, masih kami lakukan pendalaman dan penyelidikan, dimana dalam vidio tersebut juga ada kata kata yang ditambahi oleh oknum warga, apakah masuk kategori hoax atau berita bohong atau tidak, semua akan kami selidiki,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 12 orang sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres Jember terkait peristiwa perusakan mobil ambulan dan perebutan jenazah, aksi ini juga terekam oleh kamera warga dan viral di berbagai media sosial.

Bahkan beberapa video memberikan caption atau keterangan jika jenazah  yang diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan inisial korban MH tersebut kondisinya berdarah dan beberapa organ tubuhnya hilang.

Sementara KH. Farid Mujib selaku tokoh masyarakat setempat yang juga ikut diperiksa sebagai saksi menyatakan, jika kondisi jenazah utuh, dan tidak ada organ tubuh yang hilang.

“Saat saat cek, kondisi tubuh jenazah utuh, tidak ada organ tubuh yang hilang. Memang kondisi jenazah saat peti dibuka posisinya tengkurap dan banyak darah yang keluar, sehingga saat itu kami mandikan ulang dan dimakamkan biasa (tanpa protokol kesehatan,” ujar Ra Farid panggilan KH. Farid Mujib usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Jember Rabu petang.

(Aminudin Aziz)

(Nusantara Network)