Hamilton, aktual.com – Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil “debu nuklir”, mengacu kepada stok uranium yang diperkaya, Iran dengan paksa jika tidak tercapai kesepakatan, sekaligus menegaskan tidak akan ada pungutan di Selat Hormuz.
“Kami akan masuk ke Iran, dan kami akan mengambilnya bersama-sama, lalu membawanya kembali ke AS,”kata Trump kepada wartawan pada Jumat (17/4) dalam perjalanan kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland.
“Jika kami tidak melakukannya, kami akan mendapatkannya dalam bentuk lain, bentuk yang jauh lebih tidak bersahabat,” sambungnya.
Saat ditanya apakah ia akan memperpanjang gencatan senjata atau melanjutkan serangan jika tidak ada kesepakatan yang tercapai pada Rabu—ketika gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan berakhir—Trump membuka kemungkinan dimulainya kembali serangan.
“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi blokade akan tetap ada. Namun mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, jadi Anda memiliki blokade, dan sayangnya, kami harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ucapnya.
Menanggapi klaim Iran bahwa masih ada perbedaan, Trump berkata: “Mereka harus mengatakan sesuatu yang berbeda karena mereka punya pihak yang harus mereka layani. Saya hanya mengatakan apa adanya.”
Terkait kemungkinan pungutan di Selat Hormuz, Trump mengatakan: “Tidak. Tidak mungkin.”
“Pembatasannya adalah Anda tidak boleh memberlakukan pungutan. Tidak akan ada pungutan,” tambahnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















