Jakarta, Aktual.com – Chery mengumumkan pengembangan teknologi baterai solid-state untuk kendaraan listrik (EV) yang ditargetkan mampu menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer, jauh melebihi kapasitas mobil listrik yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan menjadi terobosan penting bagi industri otomotif global, khususnya di segmen EV dengan jangkauan jauh dan performa tinggi.

Menurut publikasi Drive, prototipe baterai solid-state Chery saat ini telah mencapai kepadatan energi 400 watt-jam per kilogram (Wh/kg) dan ditargetkan meningkat menjadi 600 Wh/kg pada iterasi berikutnya. Sebagai perbandingan, baterai lithium-ion konvensional yang umum digunakan di pasaran hanya memiliki kepadatan energi sekitar 250–300 Wh/kg.

“Dengan teknologi baterai solid-state ini, kami berharap dapat menghadirkan EV yang mampu menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dalam sekali pengisian. Hal ini akan menjadi standar baru bagi mobil listrik di seluruh dunia,” ujar perwakilan Chery dalam keterangan resmi, Kamis (3/4/2026).

Baterai baru Chery menjadi bagian dari jajaran ‘Rhino’, yang juga mencakup paket baterai untuk mobil hybrid (Seri H) dengan jangkauan hingga 2.000 km, serta kendaraan listrik dengan baterai lithium-ion biasa (Seri E). Teknologi ini dirancang untuk mendukung hingga 5.000 siklus pengisian dan mampu menambah jarak tempuh hingga 500 km dalam delapan menit, meskipun masih perlu konfirmasi apakah fitur ini berlaku pada solid-state atau lithium-ion.

Pengujian baterai akan dilakukan dalam berbagai kondisi ekstrem, termasuk suhu tinggi dan rendah, paparan garam, simulasi tabrakan, benturan di bawah bodi, serta perendaman air. Sebagian besar uji coba dilakukan secara virtual untuk memastikan keamanan dan daya tahan baterai sebelum diproduksi secara massal.

Selain Chery, China juga menyiapkan standar nasional untuk baterai solid-state yang akan dirilis pada Juli 2026. Standar ini mencakup terminologi, klasifikasi, dan indikator kinerja, serta mendukung pengembangan baterai berkapasitas tinggi dan tahan api. Produsen lain seperti BYD, Geely, GAC, dan FAW juga aktif menguji baterai solid-state dengan kepadatan energi lebih dari 300 Wh/kg untuk kendaraan listrik mereka.

Teknologi ini dinilai akan memperkuat daya saing industri EV China secara global, sekaligus memberikan solusi bagi konsumen yang membutuhkan mobil listrik dengan jangkauan lebih jauh, efisiensi tinggi, dan keamanan baterai yang lebih baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi