Semarang, Aktual.co — Perundingan nuklir Iran tidak mencapai kesepakatan antara menteri Perancis dan Jerman yang menginginkan kerangka kerja dapat ditargetkan selesai pada hari Selasa mendatang.
Ketegangan itu memuncak memasuki hari ketiga setelah mereka bernegoisasi dengan Iran. Iran tetap mempertahankan pada beberapa poin terkait kesepakatan yang membahayakan pembangunan nuklir.
Sumber tersebut menyebut Iran telah menolak untuk mengalah pada isu-isu utama yang berpusat di sekitar ruang lingkup penelitian nuklir canggih, sementara kesepakatan berlaku, dan serta kecepatan legal sanksi.
“Iran sedang berada pada masalah yang paling sulit,” kata seorang pejabat senior AS, dikutip dari CNN.
Seorang diplomat Barat menduga bahwa delegasi Iran menghadapi tekanan setelah kembali pulang ke Teheran. Setelah putaran terakhir pembicaraan keduanya kembali dengan posisi tawar lebih keras.
“Kami menghabiskan semua kemarin untuk mendorong Iran,” .
“Mereka tidak bergerak. Ini sangat sulit. Hal ini tidak berjalan dengan baik. Kami benar-benar pada titik di mana Iran harus memutuskan apakah mereka ingin atau tidak,” ujar dia.
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mencoba meredam ketegangan setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.
“Kita sedang bergerak maju. Saya pikir kita sebenarnya bisa membuat kemajuan yang diperlukan untuk dapat menyelesaikan semua masalah, dan mulai menuliskannya dalam sebuah teks yang akan datang kesepakatan akhir,” kata Zarif.
Artikel ini ditulis oleh:















