Jakarta, Aktual.com – Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi meminta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi DKI Jakarta tidak terbelah menjadi dua kubu setelah melaksanakan Musyawarah Daerah ke XIII periode 2015-2018.

Permintaan disampaikan Pras, panggilan akrabnya, usai memberi pidato testimoni kepada tiga calon Ketua KNPI DKI.

“Dengan adanya tanda tangan prasasti ketiga calon ini saya optimis,” kata politisi PDI-P itu, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Dia mengaku malu apabila dualisme terjadi di KNPI akibat tidak terimanya kandidat yang kalah di Musda. Pasalnya, ujar Pras, banyak KNPI di daerah yang terbelah dua setelah musda.

“Saya lihat KNPI sekarang ini beda dengan yang dahulu jaman saya,” ungkap mantan pengurus KNPI di era Adiyaksa Daud itu.

Selain itu, dia menyarankan ke depan kandidat yang terpilih bisa memberi sumbangsih terhadap Pemprov DKI. Yakni dengan memberikan program-progam yang berhubungan dengan kemaslahatan masyarakat.

“Next ke depan ayo berjuang, KNPI jangan dimula-mula dengan kepentingan. Lebih baik kita bersaing lewat program-program,” ucap dia.

Diinformasukan, Kamis kemarin, tiga calon ketua KNPI DKI Jakarta telah mendapatkan nomor urut pilihan yang digelar di lobby gedung DPRD.

Nomor urut satu jatuh pada saudara Ikhwnul Muslimin Dault dari Organisasi Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), nomor urut dua diterima saudara Nurhasanuddin (Ketua DPD II KNPI Jakarta Utara) dan nomor urut ketiga diterima oleh saudara Raden Umar (Sekretaris DPD KNPI DKI Jakarta).

Acara diakhiri dengan penandatanganan prasasti persetujuan hanya mengikuti dan mengakui satu kali Musda. Prasasti ikut ditandatangani Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD Mohammad Taufik dan Ketua F-Nasdem, Bestari Barus.

()