Aktual.com, Jakarta – Pelaku usaha Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berharap penempatan pekerja migran Indonesia bisa dilakukan dengan tepat dan cepat sesuai pemberlakuan New Normal di sejumlah negara. Harapan itu ditujukan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dibentuk Presiden Joko Widodo, Senin lalu.

“Dalam situasi pandemi yang belum akan berakhir ini, pembentukan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tentu akan mampu mendorong aktivitas ekonomi untuk tetap bertumbuh dan bergerak. Kami menyambut baik dan berharap agar pemerintah ikut memperhatikan persoalan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yang sudah cukup lama dihentikan akibat pandemi ini” ucap salah satu pelaku usaha penempatan PMI, Ahmad Faisol kepada media, Rabu (22/7) sore.

Menurut Ahmad Faisol, persoalan penempatan pekerja migran ini penting diperhatikan pemerintah lantaran berkontribusi besar terhadap serapan tenaga kerja di dalam negeri. Apalagi, ujar Faisol, sebagian besar negara tempat tujuan penempatan pekerja migran juga sudah memberlakukan New Normal dan memulai kembali aktivitas ekonomi.

“Kita sangat berharap teman-teman tenaga kerja migran dan pelaku usaha penempatan PMI ini juga diperhatikan nasibnya. Saat sebagian negara Timur Tengah sudah memberlakukan New Normal, kami semua juga ingin segera bekerja seperti sedia kala,” kata Ahmad Faisol yang sempat bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2020 tentang pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tim tersebut diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Menteri BUMN akan menjabat sebagai ketua pelaksana. Di bawah struktur Ketua Pelaksana, terdapat Satgas Penanganan Covid-19 yang masih diketuai oleh Kepala BNPB Doni Monardo. Sedangkan ketua Satgas PEN diisi oleh Wakil Menteri BUMN 1 Budi Gunadi Sadikin.

(A. Hilmi)