Jakarta, Aktual.com — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyerukan sebuah front bersatu bersama dengan para pemimpin Muslim untuk melawan ekstremisme pasca serangan teror di Paris, untuk mengingatkan bahwa bila kaum jihadis tidak dihentikan maka kekejaman terus berlanjut.

Erdogan memperingatkan, bahwa “bencana akan terjadi lagi” jika kebangkitan Islam radikal tidak dihentikan di Eropa, setelah serangan Paris Jumat lalu diklaim oleh kelompok Daesh (ISIS) yang menewaskan 129 orang dan pemboman bunuh diri di kota Ankara yang menewaskan 103 orang tewas pada 10 Oktober.

“Kami berada di persimpangan jalan dalam memerangi terorisme setelah serangan Paris,” kata Erdogan dalam pertemuan Dewan Atlantik di kota Istanbul, demikian dilansir dari laman ArabNews.

“Saya sangat mengutuk teroris, siapa yang percaya pada agama sama seperti saya, dan saya meminta semua pemimpin negara-negara Muslim untuk memasang sebuah front bersatu,” ujarnya menghimbau .
“Jika tidak, orang-orang yang mengetuk pintu kami di Ankara, akan mengetuk pintu Anda di tempat lain, seperti yang mereka lakukan di Paris,” tegasnya.

Erdogan mengecam setiap gagasan “bahwa semua Muslim adalah teroris.” Dia mengatakan “orang jahat bisa menjadi Muslim atau Kristen atau Yahudi”

“Mereka yang menjelekkan Islam dengan melihat Daesh membuat kesalahan besar,” katanya.

“Daesh tidak ada hubungannya dengan Islam,” kata ia menegaskan kembali.

()