Erdogan

Jakarta, Aktual.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Jerman atas tindakan pemblokiran terhadap beberapa kegiatan dalam rangka referendum di Turki. Erdogan menyatakan tindakan pemblokiran menyerupai praktik Nazi.

“Praktik anda tidak ada bedanya dengan praktik Nazi di masa lalu dan kami pikir praktik tersebut telah lama di tinggal kan Jerman, ternyata kami salah,” ujar Erdogan, di kutip dari The Guardian, Senin (6/3).

Pernyataan tersebut menyusul adanya kejadian yang dilakukan oleh pihak berwenang di sejumlah wilayah di Jerman yang membatalkan izin demonstrasi politik untuk warga turki yang menetap di Jerman. Pihak berwenang menyatakan pembatalan di sebabkan oleh masalah keamanan.

Dengan adanya pernyataan tersebut, Pemerintahan Turki memanggil Duta Besar Jerman untuk memprotes pembatalan izin demonstrasi, yang menyatakan tindakan tersebut membuat pihak pemerintahan Turki marah.

Setelah itu, Turki melaksanakan referendum untuk perubahan konstitusi yang akan memperkuat kekuasaan Presiden. Pernyataan Presiden Erdoga telah membuka ronde baru bagi hubungan diplomatik antara kedua negara.

Pewarta : Gespy Kartikawati Amino

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs