CHINA-RELIGION-ISLAM-RAMADAN

Jakarta, Aktual.com — Ramadan tak terasa sudah sampai separuh bulan. Berbagai Rangakaian acara penyemarak Ramadan telah terbentang meriah di berbagai jalan dan juga Masjid-masjid.

Aneka jajaran ta’jil terlihat di sepanjang jalan utama di Jakarta. Hal tersebut sudah menjadi pemandangan suasana Ramadan di Indonesia. Lalu, bagaimanakah dengan negara Laos?

Negara yang memiliki nama lengkap Lao People’s Democratic Republic tersebut memiliki sebuah desa bernama Namphu, di Viantiane Capital. Yakni, tempat masyarakat Muslim banyak tinggal.

Di Masjid Jamia Viantiane, Namphu, merupakan tempat dimana masyarakat Muslim melakukan berbagai aktivitas Islam. Masjid yang telah berusia setengah abad itu juga dijadikan tempat berkumpul, membahas persoalan masyarakat Muslim yang tinggal di berbagai desa.

Meskipun ukurannya kecil dan tidak berada di jalan utama kota Vientiane, Masjid ini menyelenggarakan berbagai program edukasi bagi komunitas muslim setempat yang kebanyakan Muslim Laos sendiri berasal dari keturunan India

Di Laos, tepatnya Masjid Jamia Viantiane, begitu Ramadan tiba, tak ketinggalan adanya acara buka puasa bersama dan acara Ramadan lainnya seperti salat tarawih, dan juga Tadarus Al Quran. Sejak 1 Juni 2005 lalu, pengurus Masjid Jami Vientiane secara resmi memulai pendidikan Madrasah bagi anak anak khusus mengajarkan Al Quran dan salat.

Pengembangan nilai-nilai ke-Islaman di Laos cenderung terjadi secara swadana dan swadaya. Dari hasil amalan para jemaah itu, buku bacaan Ensiklopedi Islam ditambah. Jumlah pengadaan Al Quran juga dimaksimalkan hingga nantinya setiap jamaah memiliki masing-masing satu Al Quran.

Sebagian amal jariyah para jamaah juga digunakan untuk sumbangan kepada masyarakat sekitar Masjid. Hasil penggalangan dana jemaah tak menjadi persoalan jika harus disalurkan kepada warga yang bukan merupakan keluarga penghuni Masjid.

Jika ada salah satu keluarga di Desa Namphu yang mengalami musibah, dana itu dikucurkan tanpa memandang latar belakang agama. Toleransi inilah yang membuat masyarakat Muslim dan warga mayoritas yang beragama Buddha tetap harmonis berdampingan.

Meskipun ukurannya kecil dan tidak berada di jalan utama kota Vientiane, Masjid ini menyelenggarakan berbagai program Edukasi bagi komunitas muslim setempat yang kebanyakan merupakan Muslim Laos sendiri dan keturunan India.

()