Jakarta, Aktual.com – Kasus kekerasan terhadap pembantu rumah tangga (prt) kembali terjadi, kali ini seorang yang bernama Sri Siti Marni (38) dianiaya oleh majikannya hingga babak belur di sebuah rumah yang berada di Jalan Moncokerto III, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (9/2).

Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Husaimah, mengatakan Marni yang telah bekerja selama tujuh tahun kepada Meta Hasan Musdalifah (35), memang sudah sering mengalami kekerasan fisik.

“Penyiksaan sudah sering dilakukan majikannya, sejak tahun 2008 atau sejak ia bekerja di rumah majikannya,” ucap Husaimah, Jakarta, Rabu (10/2).

Husaimah menambahkan, selama bekerja, Marni tidak pernah diizinkan keluar rumah. Sehingga penganiayaan yang terjadi kepadanya tidak diketahui oleh Ketua RT setempat.

“Korban ini tidak diperbolehkan untuk keluar rumah, bahkan saat majikan keluar rumah, semua pintu di kunci dari luar” katanya

Husaimah menceritakan, bahwasanya Marni sering menjadi samsak majikannya yang memukuli tubuhnya dengan benda-benda tumpul. Karenanya tidak heran jika Marni sering mengalami luka memar atau berdarah pada badan ataupun bagian wajah.

Terakhir kali Marnk mendapatkan kekerasan pada Senin (8/2), dimana kepala Marni dipukuli dengan gagang sapu dan besi kain pel yang mengakibatkan memar dan berdarah.

“Setelah memukul dengan benda tumpul, majikan ini malah makin membabi buta, memukul dengan selang air yang mengenai telinga kanan. Sehingga telinga korban pun mengeluarkan darah dan wajahnya memar,” tutur Husaimah menceritakan.

Tidak tahan atas perilaku majikannya yang tidak manusiawi, Marni pun memberanikan diri untuk kabur pada Selasa (9/2) malam.

Berbekal tali kabel, Marni menuruni rumah majikannya dari lantai tiga dan turun ke rumah tetangga sebelah.

Sesampai di rumah tetangga itu, ia menceritakan kepada penghuni rumah tersebut yakni Nuryanti (40), Sugiarti (38) dan Yusnandar (29). Mendengar kisah Marni, keluarga itu pun mengajak Marni untuk melaporkan majikannya kepada Polsek Matraman, Jakarta Timur.

“Setelah kami mendapatkan laporan tersebut kami pun langsung melakukan penangkapan terhadap majikan dan saat ini kami masih memeriksa majikan,” tutupnya.

()

()