Warga bertadarus pada bulan Ramadan 1437 H di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Jumat (10/6/2016). Bulan Ramadan, umat muslim memanfaatkan waktu memperbanyak ibadah dengan membaca Al-Quran (tadarus) dan melaksanakan salat sunah.

Jakarta, Aktual.com – Ibadah puasa Ramadhan yang tengah dijalani umat Muslim, tidak sekedar sebagai usaha untuk menahan lapar dan haus, tetapi lebih dari itu merupakan sebuah anugerah besar dari Allah SWT untuk menempa diri menuju karakter Muslim sejati.

Puasa di bulan Ramadhan menurut Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU, HM Cholil Nafis Lc.PhD, merupakan ibadah yang sangat Istimewa karena puasa adalah ibadah hamba Allah SWT yang sepesial untuk Sang Pencipta.

Puasa katanya bahkan pula menjadi spesial kepada Allah karena keintiman seorang hamba dengan Sang Penyayang. Dan hanya ibadah puasa satu-satunya ibadah yang meninggalkan yang halal dan nikmat demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Balasan ibadah puasa spesial dari Allah bisa berlipat-ganda lebih dari sepuluh kali lipat dan di dalamnya terdapat bonus Laitul Qadar yang pahalanya melebihi seribu bulan,” katanya.

Menurut HM Cholil Nafis, sejak Nabi Adam a.s. turun ke bumi telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk melakukan ibadah puasa. Dalam sebuah riwayat, Nabi Adam as. melakukan ibadah puasa putih, yaitu tanggap 13, 14 dan 15.

Disebut puasa putih karena pada tanggal itu tampak malam yang putih terang dengan sinar bulan. Saat itu Nabi Daud a.s. melakukan ibadah puasa setengah tahun dengan cara puasa sehari dan berbuka sehari dalam setahun. Nabi Musa a.s. melakukan puasa selam 40 hari termasuk puasa `Asyura` (tanggal 10 Muharram).

Termasuk kata HM Cholil Nafis, Siti Maryam saat mengandung Nabi Isa a.s. melakukan puasa dengan cara tidak bicara kepada siapapun kecuali dengan cara isyarah selama tiga hari.

Demikian juga Nabi Muhammad saw. melakukan puasa `Asyura dan Tasyu`a (tanggal 9 Muharram) sebelum Allah SWT mewajibkan puasa Ramadhan sebulan penuh.

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah puasa adalah ibadah seluruh umat manusia sedangkan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah penyempurna dari ibadah puasa umat terdahulu, seperti ditegaskan oleh Allah SWT dalam firmannya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Al-Baqarah: 183).

Ayat tesebut menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah untuk meraih takwa. Karena adakalanya orang berpuasa bukan karena Allah SWT tetapi untuk tujuan duniawi, seperti kesaktian, diet untuk kesehatan, perdukunan dan tujuan lainnya. Takwa dapat diraih melalui sikap dalam menjalani puasa, karena puasa tidak cukup hanya dengan menahan makan, minum dan seks tetapi juga sikap dan prilaku yang baik.

Rasulullah saw bersabada: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan keji dan perbuatannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan apapun kepada hamba-Nya untuk meninggalkan makan dan minumnya”. HR. Bukhari.

Bahkan sikap berpuasa harus ditunjukkan saat seseorang mendapat ancaman dan makian dari orang lain maka hendaknya bisa menahan diri dan tetap berkata “saya sedang menjalankan ibadah puasa”.

Dengan demikian, Puasa adalah kebutuhan umat manusia untuk senantiasa dirinya tetap menjadi manusia secara fisik dan rohani sekaligus untuk menjalin keintiman sang hamba dengan Sang Maha Pencipta, sehingga manusia meraih takwa dalam beriman dan ber Islam. Mudah-mudahan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan sempurna dan meraih takwa.

Hal serupa juga dikemukakan oleh Toni Ervianto, alumnus pasca sarjana Kajian Strategik Intelijen, Universitas Indonesia dalam pandangan terhadap Ramadan dan Persoalan Krusial Bangsa melalui Tribunners, Citizen Journalism.

Menurut dia, ibadah puasa, sebuah ibadah yang berfungsi untuk “merecharge” sifat-sifat kemanusiaan untuk tetap berjalan ke arah yang benar, serta untuk kontemplasi atau perenungan terkait kehidupan keagamaan kita selama ini berkorelasi signifikan dengan peningkatan tingkat pemahaman terhadap pluralisme serta kesadaran sosial, ataukah malah menunjukkan degradasi.

(Antara | Diva Ladieta)

(Aktual Academy)