Jakarta, Aktual.co — Raja Abdullah II dari Yordania bertekad membelas kematian Muath al-Kassasbeh, pilot pesawat tempur yang dibakar hidup-hidup kelompok militan Islamic State (ISIS). “Darah martir Muath al-Kassasbeh tidak akan tumpah sia-sia. Respon Yordania terhadap semua ini akan sangat keras,” tegas Abdullah II saat mendarat di Amman, setelah kunjungan singkat ke Amerika Serikat, seperti dikutip irandaily.com, Rabu (4/2).
Dua militan ISIS digantung di Yordania sebagai balasan atas pembunuhan Kassasbeh. Pemerintah Yordania berada dalam tekanan warganya untuk merespon kekejaman ISIS terhadap Kassasbeh. Yordania adalah bagian dari koalisi global pimpinan AS, yang melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak.
Banyak yang menyalahkan partisipasi Yordania dalam koalisi sebagai penyebab utama tewasnya Kassasbeh. Kassasbeh dibunuh karena tidak adanya kesepakatan pertukaran tahanan Sajida al-Rishawi, terpidana mati kasus bom bunuh diri Yordania pada 2005.

















