Jakarta, Aktual.com – Ratusan Massa Aksi yang tergabung dalam Gerakan Bersih-bersih (GEBBER) kembali mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk mencopot Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso.

Massa aksi menyuarakan tuntutan atas dugaan aksi Jual Beli Saham yang merugikan negara dilakukan oleh PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Kordinator Aksi Anzas Pratama mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan aksi demonstrasi menuntut pencopotan Dirut MIND ID, Senin (28/07). Mereka melakukan aksi tabur bunga sebagai simbol berduka atas kegagalan Menteri Erick Thohir yang tidak mampu melakukan bersih-bersih di BUMN.

“Kami untuk kesekian kalinya datang kali ini menabur bunga di kementerian dan kantor mind id sebagi simbol berduka atas ketidaktegasan ET dalam melakukan bersih-bersih BUMN terutama dirut MIND ID Hendi Prio Santoso,” kata Anzas.

“Kami juga meminta kepada Bapak Jokowi selaku Presiden Republik Indonesia untuk segera menindak tegas dirut BUMN yang terindikasi korupsi,” tuturnya.

Sejak 2014 lalu ada proses Transaksi, Kordinator GEBBER, pembayaran akuisisi saham sekitar USD 70 juta di Bank DBS Singapura. Transaksi yang sangat besar seharusnya menjadi perhatian serius yang harus segara ditangani oleh BUMN terkhusus Bapak Mentri Erick Tohir untuk memanggil, Hendi Prio Santoso, sebagai dalang utama terjadi nya kerugian negara.

“Aksi jual beli saham ini di lakukan antara dua pihak, yakni Saka Energi Exploration Production BV (SEEPBV) dan Sunny Ridge Offshore Limited (SROL),” ucapnya.

Bahkan, Sambung dia, kasus ini bukan hanya proses pembelian dan kepemilikan saham saja, tapi juga terdapat denda yang mesti diselesaikan oleh PT Saka Energi untuk mengganti rugi pajak yang tertera, seperi yang di sampaikan Mahkamah Agung (MA).

Oleh karena itu, kami meminta kepada Erick Tohir untuk segera turun gunung, lindungi negara dari kerugian, sebab kondisi negara kita sedang dalam masa pemulihan atas mogoknya perekonomian setelah bencana wabah Covid, dan kami akan terus mengkawal hingga ke Presiden Joko Widodo untuk tidak tinggal diam dalam dugaan kasus tersebut. Kami akan terus menyuarakan terkait kerugian negara yang dilakukan oleh Hendi Prio Santoso. Kata Anzas dalam Aksi Massa nya.

Mereka aksi didepan Kementerian BUMN dan Kantor Mind ID dalam pantauan ratusan mnabur bunga dan menyerukan akan menggelar kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi dalam waktu dekat.

(Andy Abdul Hamid)