Jakarta, Aktual.co —Ratusan umat Nasrani di Irak yang baru pertama kali mengangkat senjata siap berperang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS). “Saya ingin melindungi tanah kelahiran kami, dengan kekuatan kami sendiri,” ujar Nasser Abdullah, pria 26 tahun yang membantu merekrut pemuda lainnya.
Seiring meluasnya pergerakan ISIS, pasukan Kurdi yang disiagakan di wilayah timur laut Irak melarikan diri. Masyarakat yang berada di sana pun rentan diserang ISIS. “Mereka yang mengkhianati kami tidak boleh tinggal di antara kami,” sebut Firas Metr, tukang listrik yang tidak memiliki pengalaman militer. “Kami harus melindungi diri kami sendiri, sekarang atau di masa mendatang,” sambung dia, seperti dikutip wsj.com, belum lama ini.
Sekitar 30 ribu umat Kristen melarikan diri akibat serangan ISIS di wilayah Nineveh. Saat ini, hanya ada satu kota Kristen, Al Qosh, dan tiga desa kecil lainnya yang masih bebas dari ISIS. Di seantero Irak, lebih dari 150 ribu umat Kristen kehilangan tempat tinggal sejak ISIS memulai operasi militernya.












