Jakarta, Aktual.com – Para pemilik mobil sedan Timor hingga kini masih terus mempertahankan sedan tersebut dengan menghimpun diri dalam sebuah klub mobil yakni Timor-er. Sebuah kata yang berarti sebagai pemilik, pemerhati atau pencinta mobil Timor.

Komunitas yang didirikan pada Agustus 2003 silam itu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu di Lapangan Yon Arhanud 1/Divif 1 Kostrad Serpong, Jawa Barat. Para anggota Timor-er dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk merayakan HUT tersebut.

Timor adalah kendaraan roda empat buatan Korea Selatan yang pernah diimpor Indonesia secara built-up hingga 40.000 unit di akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto dan banyak terserap oleh pecintanya. Mobil tersebut diproduksi Korean International Automotive (KIA) dengan nama varian aslinya Sephia.

Di Indonesia, mobil ini diberi nama Timor oleh PT Timor Putra Nusantara (TPN) yang kala itu dipimpin oleh Hutomo Mandala dan semula akan menjadi mobil nasional. Para pecinta mobil Timor itu, menurut cerita Ketua Umum Timor-er, Yudi Mardianto, membentuk komunitas ini yang persiapannya sejak 1999 silam. Ketika itu, para anggota Timor-er masih tergabung secara online.

Dan ketika pertama kali dibentuk, mereka langsung memiliki akte pendirian serta menjadi komunitas dengan status berbadan hukum yang diperoleh dari Menterian Hukum dan HAM (Menkumham). Pendaftaran tersebut bertujuan untuk mengatur aspek ekonomis komunitas tersebut.