Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI E Herman Khaeron mengatakan bila suatu daerah yang ingin melakukan reklamasi, harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam UU. Selain itu, untuk melakukan reklamasi, juga harus ada rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup
“Ada syarat-syarat untuk lakukan reklamasi atau revitalisasi. Untuk yang bersifat strategis, berdampak penting, dan cakupannya luas, UU menyatakan harus dapat rekomendasi dari kementerian kelautan dan perikanan. Kalau semua syarat dan rekomendasi terpenuhi, maka tidak ada masalah untuk lakukan reklamasi atau revitalisasi,” kata Herman Khaeron saat dihubungi, Jakarta, Rabu (10/12). 
Pernyataan Kang Hero, sapaan akrabnya, ini menyikapi rencana revitaliasi di Teluk Benoa, Bali. Terhadap rencana itu, politisi Demokrat itu mengatakan, di Teluk Benoa vegetasi mangroove-nya sangat bagus, karenanya bila dilakukan revitalisasi jangan sampai merusak mangroove yang sudah ada. 
“Dasar-dasar lingkungan dan harus diperhatikan betul dalam pembangunannya. Revitalisasi Teluk Benoa kalau itu dilakukan harus berwawasan lingkungan,” katanya.
Selain itu, potensi Bali sebagai daerah perikanan juga harus dijaga. Di Bali, katanya, ada ikan Lemuru, bahan dasar pembuatan ikan Sarden. Ikan itu hanya ada di sekitar perairan Bali. 
“Jangan sampai perairan dan ekosistem menjadi rusak sehingga tidak ada ikan itu lagi. Jangan sampai potensi wisata yang besar kesampingkan potensi lainnya,” ujarnya.
Catatan-catatan itulah, ucapnya, yang menjadi poin penting terhadap rencana revitalisasi atau reklamasi di mana pun. “Bukan hanya di Teluk Benoa, tapi juga Teluk Jakarta, misalnya, dan lainnya,” katanya.
Kang Hero mengatakan, terhadap rencana revitalisasi di Teluk Benoa, sebetulnya Komisi IV sudah lakukan kunjungan kerja ke wilayah yang akan direvitalisasi itu. Hasil dari kunjungan itu akan jadi bahan dalam rapat di Komisi nanti bersama kementerian terkait. “Rencana revitalisasi itu akan kami lihat dari pembangunan kelanjutan yang berwawasan lingkungan, dan nilai manfaat bagi rakyat. Itu yang jadi batasan kami. Kita akan jaga dua hal itu,” ujar Kang Hero.
Laporan: Adi Adrian

()