Surabaya, Aktual.com-Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi, PT Garam kemungkinan akan melakukan import garam sekitar 700 ribu ton garam.
“Mungkin dari Australia, karena prosesnya bisa cepat. Dan sisa kebutuhan garam, akan dipasok dari hasil petani garam. Yang jelas, lihat situasi agar tidak merugikan petani yang panen.” kata Direktur Utama PT Garam, Dolly P Pulungan, di Surabaya, beberapa waktu lalu.
Dolly menjelaskan, harapannya impor garam tidak dilakukan terus menerus. Sebagai upaya antisipasi, selain mendirikan rumah garam yang dilakukan provinsi, PT Garam juga tengah berupaya melakukan perluasan lahan garam sebesar 10 ribu hektar.
Lahan tersebut, lanjut Dolly, dilakukan di daerah Kupang, Sumatra Barat, Sumatra Tengah dan pulau Rote. Harapannya, pada tahun 2020 produksi garam bisa melebihi jumlah kebutuhan masyarakat.
” Dengan perluasan lahan itu, harapan kita produksi garam bisa mencukupi kebutuhan nasional, atau rencana swasembada bisa tercapai dengan hasil kualitas yang lebih baik.” ujarnya.
Sejauh ini, lanjut Dolly, 80 persen kebutuhan garam nasional masih dipasok dari pulau Madura. Namun, karena kondisi di Madura mengalamai gagal panen, maka imbasnya bukan hanya Jawa Timur saja, melainkan seluruh Indonesia.
“Kalau pulau garamnya (madura) saja kekurangan, ya otomatis semua juga kekurangan.” tutup Dolly.
Pewarta : Ahmad H. Budiawan
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs
















