Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian melakukan penguatan kerjasama di sektor pertanian dengan empat negara, yakni Turki, Fiji, Kuba, dan Kanada.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan hasil pertemuannya dengan Dubes Turki  adalah komitmen kerja sama penguatan pasar untuk akses produk pertanian di kedua negara, seperti komoditas kelapa sawit asal Indonesia dan gandum asal Turki, melalui pembentukan pasar bebas bersama, dalam bentuk Indonesia – Turkey Free Trade Areas (IT-FTA).

“Tapi, untuk implementasinya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perdagangan,” kata Mentan.

Hasil lainnya yaitu berupa komitmen Turki untuk mendorong investasi pada sektor Live Cattle di Indonesia, serta sektor-sektor lainnya seperti benih, pupuk, gandum, dan produk-produk turunan dari peternakan.

Sementara itu, prioritas kerja sama dengan Kanada akan fokus pada bantuan tenaga ahli dalam rangka mendukung pengembangan produk persusuan di Indonesia. Dan terkait itu, dubes Kanada menyampaikan komitmennya untuk berinvestasi pada sektor produk persusuan (dairy products) di Indonesia, termasuk di dalamnya dukungan untuk penyediaan Cattle Breeding.

“Selain itu, Dubes kanada juga menyampaikan komitmen bantuan tenaga ahli untuk penguatan Project Management di Indonesia,” tuturnya.

Tak hanya itu, Kanada juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan Food Estate, Rice Estate, serta pengembangan perkebunan kelapa sawit di daerah perbatasan.

Sedangkan hasil pertemuan dengan dubes Kuba terfokus pada pada pembahasan “Joint Efforts” untuk pengembangan industri gula dalam bentuk penelitian bersama.

“Dalam hal ini, Indonesia dapat mengambil manfaat dari pengalaman Kuba dalam pengembangan industri gula sehingga Kuba saat ini menjadi negara pengekspor gula terbesar,” ujarnya.

Adapun komitmen RI dengan dengan Dubes Fiji yakni  bantuan bagi pembangunan sektor pertanian di Fiji dalam bentuk bantuan traktor sebanyak 20 unit dan bantuan peningkatan kapasitas.

Artikel ini ditulis oleh: