Washington, Aktual.com – Ribuan anak-anak Meksiko harus terpisah dari orang tuanya karena kebijakan imigrasi ‘zero tolerance’ yang diterapkan pemerintah Amerika serikat (As).
Berdasarkan keterangan Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS, setidaknya terdapat 1.995 anak yang terpisah dari orang tuanya. Masih dari sumber yang sama, terdapat 1.940 orang yang harus hidup terpisah dari anaknya karena ditahan pihak imigrasi AS.
Mereka ditangkap karena mencoba melintas perbatasan Meksiko-AS tanpa membawa dokumen. Al Jazeera pada sabtu (16/6), menyatakan bahwa imigran Meksiko yang ditahan diketahui melintas perbatasan dari 19 April sampai 31 Mei lalu.
Nantinya, para imigran yang ditahan akan didakwa dengan pasal berlapis. Seperti upaya masuk AS tanpa dokumen, pelanggaran imigrasi, atau melakukan tindak kriminal.
Sementara itu, untuk anak-anak yang orang tuanya ditahan juga berhadapan dengan masalah besar.
Jika orang tua mereka terbukti bersalah maka anak-anak ini akan mendapat pengawasan khusus Pemerintah AS atau ikut ditahan.
Akibat kebijakan ini, Presiden AS Donald Trump mendapat kecaman. Pada awal Juni, ribuan orang menggelar demo di beberapa kota meminta Trump merevisi kebijakannya.
Komisioner Tinggi PBB untuk HAM bahkan menyebut kebijakan AS itu adalah bentuk interfensi kepada kehidupan keluarga yang melanggar hukum dan pelanggaran serius atas hak anak.
Artikel ini ditulis oleh:
Teuku Wildan















