Anak-anak bermain di kawasan proyek konstruksi jalan tol Becakayu, Jakarta, Rabu (4/1). Pemerintah membelanjakan Rp 165 triliun untuk belanja modal pada 2016 atau lebih rendah 23,2 persen dari tahun 2015, dimana belanja modal utamanya berkaitan dengan pendanaan proyek, jembatan, sekolah, serta proyek infrastruktur lainnya. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/pd/17.

Jakarta, Aktual.com – Luar bisa besarnya dana yang telah dikeluarkan pemerintah untuk bangun mega proyek infrastruktur. Tapi semuanya telah menghasilkan infrastruktur katanya, yang hanya ada di televisi dan koran koran pendukung pemerintah.

Dana APBN Secara keseluruhan yang telah dikeluarkan tahun 2014 pemerintah mengalokasika Rp139 triliun, tahun 2015 senilai Rp209 triliun, tahun 2016 sebesar Rp227 triliun dan tahun 2107 sebesar Rp346 triliun. (Sumber, PWC)

Jumlah dana pajak rakyat yang telah diberikan pemerintahan Jokowi untuk mega proyek infrastruktur secara keseluruhan mencapai Rp921 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk penyertaan modal negara melalui BUMN.

Kemana uang uang ini mengalir. Faktanya tidak ada infrastruktur bernilai ribuan triliun yang dibangun pemerintah? Sementara infrastruktur dikerjakan dengan cara swastanisasi.

Sebagai contoh Infrastruktur semua dibangun swasta. Di Jakarta MRT dibangun  swasta Jepang, LRT dibangun dana swasta pinjaman, Monorel kontrak dengan china tapi gagal, kereta cepat kontrak dengam china juga gagal.

Jadi kemana dana infrastruktur dari APBN ribuan triliun yang dikeluarkan oleh Pemerintan Jokowi. Menguap ke kantong kantong penguasa? Atau menjadi keuntungan para taipan yang menguasai proyek ini? Atau ditabung untuk persiapan pemilu 2019.

Padahal penggunaan APBN untuk memenuhi ambisi Pemerintah Jokowi telah membawa dampak dicabutnya subsidi untuk rakyat. Akibatmya  kemiskinan meningkat dan ketimpangan ekonomi kian parah. USUT!

Ditulis Oleh: Salamuddin Daeng
Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

(Eka)