Ekonon Senior, Rizal Ramli saat diskusi dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan” di gelar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin ( 25/2/2019). Rizal mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan di era Jokowi – JK menunjukan paling rendah dari era kepemimpinan semua presiden sebelumnya sejak reformasi. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Ekonom senior Rizal Ramli, menilai Pemilu 2019 ini, merupakan pemilu yang paling jelek jika dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.

“Pemilu hari ini (2019) adalah pemilu paling jelek, paling ngawur, paling tidak profesional dalam sejarah Republik Indonesia, jika kita bandingkan dengan Pemilu 1955. Waktu itu teknologi belum maju, rakyat kita juga relatif sederhana, itu meriah, rakyat sangat antusias, dilaksanakan secara sederhana, tapi betul-betul fair, jujur dan adil,” ucap Rizal Ramli dalam sebuah diskusi di sebuah stasiun radio swasta, dikutip di Jakarta, Sabtu (4/5).

Lebih lanjut, Mantan Menko Kemaritiman itu menilai Pemilu 1999, setelah Orde Baru lengser, juga cukup bagus. hal ini karena, kata Rizal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) nya, diisi oleh orang-orang yang kredibel.

“Setelah Orba berhasil (berlalu) pada pemilu 1999 zaman Pak (BJ) Habibie, itu juga luar biasa bagus, luar biasa jujur, kenapa, karena KPU-nya orang-orang kredibel, ketuanya mantan menteri dalam negeri Rudini, wakilnya Adnan Buyung Nasution, siapa yang bisa meragukan kredibilitas Bang Buyung, sehingga pemilu 1999 sehabis kejatuhan Orba, betul-betul pemilu yang sangat terbuka, fair, biaya ngga mahal, tidak perlu saksi-saksi seperti heboh seperti hari ini,” paparnya.

Kemudian pemilu 2014, dinilai pemilu yang juga cukup bagus, karena intervensi dari penguasa saat itu yang dipegang oleh Megawati Soekarnoputri, tidak terlalu besar. “Tapi setelah itu, pemilu kita semakin lama semakin merosot, dan paling payah, paling tidak profesional, walaupun dengan biaya yang lebih tinggi Rp30 triliun, adalah pemilu tahun 2019 ini,” tandasnya.

(Zaenal Arifin)