Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (27/3) pagi masih melanjutkan tren koreksi yang terjadi sejak awal pekan ini.

Pada pukul 9.37 WIB, kurs rupiah melemah 41 poin atau 0,3 persen menjadi Rp14.250 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.208 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pelemahan rupiah pagi ini dipicu membaiknya neraca perdagangan Amerika Serikat pada Januari 2019.

“Kemungkinan kinerja perdagangan AS membaik seiring dengan kesepakatan perdagangan AS-China yang menunjukkan kemajuan yang signifikan dan tampaknya memuaskan AS,” ujar Lana.

Neraca perdagangan AS pada Januari 2019 mengecil menjadi 51,1 miliar dolar AS dari 59,9 miliar dolar AS pada Desember 2018, dan jauh dibawah konsensus ekspektasi analis sebesar 57 miliar dolar AS.

Ekspor AS meningkat menjadi 207,3 miliar terutama karena naiknya ekspor bahan makanan terutama kedelei, lainnya terbantu dengan ekspor kendaraan terutama kendaraan penumpang. Kedua jenis ekspor ini ditengarai sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan antara AS-China.

Sementara di sisi impor tercatat turun 2,6 persen (bulan ke bulan/mom) menjadi 258,5 miliar dolar AS, terendah dalam 7 bulan terakhir. Turunnya impor terutama karena turunnya impor barang modal terkait asesoris komputer, semi konduktor yang juga terkait dengan barang impor dari China. Impor dari China tercatat turun 9,6 persen (mom).

Pada Kamis pagi ini, dolar AS menguat terhadap Yuan 0,06 persen, dolar Hongkong 0,01 persen, Baht 0,16 persen. Dolar AS melemah terhadap Won 0,05 persen dan Yen 0,29 persen.

(Abdul Hamid)