Jakarta, Aktual.co —Acara kirab dan syukuran para pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang digelar malam tadi di Lapangan Monas, menyisakan gunungan tumpukan sampah.
Sejak tadi pagi, upaya membersihkan tumpukan sampah sudah digelar. 
Menurut Informasi yang didapat, Dinas Kebersihan Jakarta sampai menurunkan lebih dari seribu petugas dan 22 truk sampah untuk mengangkut sekitar 100 ton sampah ‘hasil’ pesta rakyat semalam.
Ketika dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bersih-bersih sampah di Monas akan dituntaskan hari ini. 
Diakuinya, tumpukan sampah hingga pagi tadi masih berserakan di Monas karena petugas kebersihan yang diturunkan saat dan usai acara digelar semalam kerepotan membersihkan hanya dalam waktu semalam.
“Makanya kita bilang ini semuanya harus dibereskan. Semua petugas kebersihan yang kerja malam juga gak keburu. Kan difokuskan yang Jalan Sudirman-Thamrin dulu. Untuk yang di kawasan Monas hari ini diusahakan selesai,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Selasa (21/10).
Selain itu, kata Ahok, sampah yang menggunung juga disebabkan oleh banyaknya jumlah relawan Jokowi-JK yang datang semalam ke Monas. Ditambah lagi mereka tidak terlatih untuk menjaga kebersihan. 
“Abisnya (massanya) banyak, orangnya gak pernah dilatih. Harusnya kalau mau buang sampah di kantongin dulu,” ujarnya.
Namun Ahok enggan untuk menyalahkan atau menuntut pihak penyelenggara untuk membersihkan sampah di Monas. Dia lebih memilih agar pihak Pemda saja yang membersihkan sampah.
“Kita yang kerjain. Itu kan kerjaan relawan, waktu yang di KPU sana di MK saja yang orangnya jelas aja gak mau beresin, padahal udah kita kirim surat dia malah diem aja. Yaudah mendingan kita aja yang kerjain,” ujarnya.
Sebagai informasi, kemarin Jokowi-JK mengikuti acara kirab dan syukuran rakyat di Monumen Nasional seusai dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk lima tahun mendatang. Acara tersebut berlangsung hingga larut malam dan menyisakan tumpukan sampah di sekitar kawasan tersebut.

()