Riyadh, Aktual.com – Kerajaan Arab Saudi berharap Indonesia ikut serta dalam menangani masalah kemanusiaan di Yaman, kata seorang tokoh kemanusian Kerajaan Arab Saudi, Abdullah A. Al Rabeeah, di Riyadh, Rabu (21/2).

“Indonesia adalah sebuah negara (berpenduduk umat Islam terbesar di dunia) dan saudara yang penting bagi Arab Saudi,” kata Rabeeah kepada wartawan.

Indonesia juga diharapkan dapat menjadi bagian dari koalisi misi kemanusiaan untuk membantu rakyat Yaman yang sedang menderita akibat konflik bersenjata, kata Rabeeah yang juga masih aktif sebagai seorang dokter ahli bedah.

“Kami berharap dapat membangun kerja sama dengan Indonesia dalam misi kemanusian untuk Yaman,” kata penasehat King Salman Humanitarian Aid King Aid & Relief Centre (Pusat Bantuan Kemanusian Kerajaan Arab Saudi).

Indonesia melalui organisasi-organisasi non pemerintahnya dapat bergabung dalam misi tersebut dengan Pusat Bantuan Kemanusiaan Arab Saudi tersebut, kata Rabeeah yang juga pernah berkunjung ke Indonesia tersebut.

Pusat bantuan kemanusiaan Arab Saudi atau yang juga dikenal sebagai KS Relief ini merupakan yayasan terkemuka di dunia dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah konflik, Rabeeah menjelaskan.

“Kami telah bekerja keras dalam membantu rakyat yang menjadi korban konflik bersama dengan organisasi-organisasi kemanusiaan milik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) serta organisasi-organisasi regional dan lokal,” dia menambahkan.

Tiga wartawan senior Indonesia tersebut sedang berada di Arab Saudi dalam rangka memenuhi undangan pemerintah Arab Saudi yang saat ini sedang mempromosikan Visi 2030 negara kerajaan tersebut.

Visi tersebut yang telah diperkenalkan oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhamnad bin Salman, mengandung tiga pilar, yaitu, membuat Arab Saudi menjadi pusat Arab dan Islam dunia, membuat kerajaan tersebut pusat investasi global dan membuat negara tersebut sebagai pusat yang menghubungkan tiga benua yaitu Asia, Eropa dan Afrika.

 

Ant.

()