SDN 155688 Muara Sibuntuon, di Tapteng mengalami rusak parah. Foto: Damai Oktafianus Mendrofa

Tapteng, Aktual.com – Menikmati usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 tahun, kondisi pendidikan di Tanah Air, masih terbilang jauh dari mapan. Pasalnya, masih banyak bangunan sekolah di Indonesia yang kondisinya tidak layak.

Salah satu bangunan sekolah yang yang tidak layak itu, berada di Desa Angoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

Sekolah Dasar Negeri (SDN)155688 Muara Sibuntuon ini, mengalami rusak parah. Sehingga mengancam sebanyak 237 siswa SDN tersebut.

“Ada 237 muridnya, karena gedungnya rusak parah, sebagian meminjam ruangan SMP Negeri 4 Sibabangun, ada di rumah dinas guru, dan yang kelas 1a dan kelas 2b dijadikan satu lokal dengan pembatas tirai kain,” ungkap seorang warga Kortina Dolok Saribu kepada wartawan di Tapteng, Selasa (12/4).

Menurut Kortina, meski masih ada ruangan yang saat ini masih digunakan siswa kelas 1, kondisinya pun tak lebih baik. Ruangan berlantai tanah itu, papan dinding serta tiangnya banyak yang terlepas.

“Hendaknya pemerintah melalui dinas pendidikan dapat memprioritaskan anggaran untuk membangun ruang kelas baru dan mobilernya. Kasihan murid sekolah itu belajar menggunakan kursi plastik,” ucap Kortina.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri 155688 Muara Sibuntuon Erson Saragih, membenarkan kerusakan parah pada sekolah yang ia pimpin.

“Memang memprihatinkan, sekolah ini sangat mengharapkan rehab dan tambahan tiga ruang kelas baru lengkap mobilernya untuk menampung ratusan siswa,” kata Erson.

Menurut ia, permohonan pembangunan gedung sekolah sudah ia ajukan. Proposal permohonan telah disampaikan ke Kantor Unit Pelaksana Teks (KUPT) Pendidikan Kecamatan Sibabangun untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Harapan kami Pemkab dapat memprioritaskan sekolah ini,” harapnya.

Terpisah, kepala KUPT Pendidikan Kecamatan Sibabangun T Tambunan membenarkan pengusulan itu. Menurut ia, pada APBD tahun 2016, sekolah itu akan disentuh pembangunan.

“Mudah-mudahan tahun anggaran 2016 ini, pembangunan tiga ruang kelas baru akan terlaksana,” katanya.

()