Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan penurunan penerimaan pajak reklame disebabkan oleh nilai pajak reklame di Jakarta sangat tinggi sehingga membuat perusahaan yang membuat reklame di daerah perbatasan Jakarta atau daerah pinggiran luar Jakarta, karena nilai pajak reklamenya lebih murah dari Jakarta.

“Hal ini yang mengakibatkan terjadinya penurunan pajak reklame. Karena itu, untuk menggenjot penerimaan pajak reklame di Jakarta, maka kita kasih penurunan pajak reklame sebesar 50 persen,” ujar Saefullah di Balai Kota, Jumat (7/11).

Pernyataan Saefullah dibenarkan oleh Kepala Dinas Pelayanan Pajak Iwan Setiawandi. Ia mengatakan dengan diturunkannya pajak reklame sebesar 50 persen, maka akan membuat perusahaan yang membuat reklame akan kembali memasang reklame di wilayah Jakarta.

“Pajak reklame juga menurun. Itu terjadi, ternyata dasar pengenaan pajak reklame yang sangat tinggi menjadi kontraproduktif terhadap penerimaan pajak. Banyak yang nggak mau pakai reklame. Makanya kita mau kasih stimulus 50 persen untuk pajak reklame,” ujar Iwan di Jakarta (7/11).

Berdasarkan data Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI, realisasi penerimaan pajak daerah 2014 tidak akan dapat mencapai target yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp 32,5 triliun. Hingga saat ini, penerimaan pajak daerah baru mencapai Rp 22,4 triliun atau sekitar 68 persen. Hingga akhir tahun ini, diperkirakan realisasi penerimaan pajak daerah hanya bisa mencapai 87 persen dari target.

Hal itu disebabkan adanya beberapa pajak mengalami penurunan pemasukan salah satunya pajak reklame baru mencapai 27 persen, atau senilai Rp 659, 374 juta. Sedangkan target yang harus dicapai Rp 2,4 triliun.

(Andy Abdul Hamid)