Gaza, aktual.com – Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, setidaknya 100 warga Palestina dilaporkan tewas ketika pertempuran sengit terus berlanjut antara tentara Israel dan militan Palestina di darat.
Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas menyatakan bahwa serangan udara dan artileri Israel di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara menyebabkan sedikitnya 60 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas menuduh militer Israel telah melakukan serangan udara terhadap sebuah sekolah di Palestina yang digunakan sebagai tempat pengungsian bagi para pengungsi di sebelah barat kamp pengungsian, dan juga melakukan serangan di sebuah wilayah permukiman di dalam kamp tersebut.
Sementara itu, setidaknya 40 orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan Israel di berbagai daerah di Jalur Gaza, termasuk di rumah-rumah yang dihuni di Kota Khan Younis, Gaza, dan kamp pengungsian Nuseirat, menurut keterangan dari kementerian tersebut.
Sumber-sumber keamanan Palestina memberikan informasi kepada Xinhua bahwa serangan Israel melalui serangan udara, darat, dan laut mengalami peningkatan dalam beberapa jam terakhir, terutama di wilayah timur Kota Gaza, kamp pengungsi Jabalia, dan daerah-daerah di sebelah timur Khan Younis.
Sementara itu, dalam waktu yang sama, puluhan ribu pengungsi telah tiba di Rafah, yang berada di ujung barat daya Jalur Gaza.
Mayoritas pengungsi yang baru datang harus menetap di luar ruangan karena kapasitas tempat penampungan di seluruh kota telah melampaui batasnya, demikian diungkapkan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melalui pernyataannya.
Hingga saat ini, OCHA melaporkan bahwa 1,9 juta orang di Gaza, atau sekitar 85 persen dari total populasi, memiliki status sebagai pengungsi internal.
Dalam sebuah pernyataan, kantor media tersebut melaporkan bahwa di antara korban tewas terdapat 7.112 anak-anak, 4.885 wanita, 286 dokter dan staf medis, 32 staf pertahanan sipil, dan 81 wartawan.
OCHA menambahkan bahwa Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah melakukan distribusi ratusan tenda yang dipasang di dua lokasi terpisah untuk para pengungsi di Rafah, beserta dengan ratusan tempat penampungan sementara.
Hampir 1,2 juta pengungsi ini telah terdaftar di 156 fasilitas UNRWA di seluruh Jalur Gaza, termasuk sekitar 1 juta yang terdaftar di 99 tempat penampungan UNRWA di wilayah selatan.
Pada Selasa malam (5/12) waktu setempat, kantor media pemerintah yang dikelola oleh Hamas di Gaza melaporkan bahwa jumlah warga Palestina yang tewas telah bertambah menjadi 16.248 orang akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.
Berdasarkan pernyataan tersebut, jumlah orang yang hilang mencapai 7.600 orang, dan jumlah orang yang terluka mencapai 43.616 orang.
Sejak tanggal 7 Oktober, Israel telah melakukan perang berskala besar melawan Hamas di Gaza sebagai respons terhadap serangan Hamas yang tidak pernah terjadi sebelumnya di Israel selatan, yang menyebabkan kematian sekitar 1.200 orang.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















