Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan pagi ini sempat dibuka menguat, namun sesaat setelah perdagangan BEI dibuka, gerak Rupiah berbalik arah melemah.
Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index pada pagi ini,Senin (25/5), Rupiah dibuka menguat 0,06% ke Rp13.150 per dolar AS dibanding pada penutupan perdagangan Jumat (22/5), yakni di posisi Rp13.158. Namun, pada pukul 08.55 pada pembukaan perdagangan BEI, gerak Rupiah berbalik arah melemah 0,17% ke Rp13.181 per dolar AS.
Rupiah berpotensi kembali tertekan, menyusul masih kuatnya potensi kenaikan indeks dolar AS.
“Perkiraan inflasi oleh BI yang masih tinggi di bulan ini, menambah alasan untuk rupiah tetap lemah hari ini,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (25/5).
Dikemukakan indeks dolar AS yang mulai berbalik menguat, akibat pernyataan Yellen, dipastikan mempertahankan tekanan pelemahan terhadap rupiah.
Indeks dolar AS menguat tajam merespons pernyatan Gibernur Federal Reserve Yellen yang masih yakin jika suku bunga the Fed akan naik di tahun ini. Walaupun ada syarat berlanjutnya perbaikan ekonomi AS.
“Bahkan rilis angka inflasi April yang makin negatif, tidak berhasil mengurangi tekanan penguatan dollar index hingga Sabtu dini hari,” kata Rangga.
Artikel ini ditulis oleh:
















