Palembang, Aktual.com – Medali emas dari cabang sepak takraw menjadi penutup perjuangan Kontingen Indonesia dalam perburuan medali di pentas olahraga Asian Games 2018, kendati masih ada satu nomor final dari triathlon yang dilombakan jelang penutupan, Minggu (2/9).

Tuan rumah meraih emas terakhir dari nomor quadran putra setelah mengalahkan Jepang dengan skor 2-1 pada pertandingan final di Ranau hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.

Sempat kalah 15-21 pada set pertama, Nofrizal dan kawan-kawan berhasil memenangi dua set berikutnya 21-14 dan 21-16 untuk memastikan emas terakhir bagi kontingen Merah Putih. Sukses emas itu disambut meriah suporter yang memadati arena pertandingan, sementara pemain, pelatih dan ofisial saling berangkulan tak kuasa menahan haru.

Dengan kemenangan ini, secara keseluruhan Indonesia meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu dari sepak takraw di Asian Games 2018. Medali emas ini juga sekaligus yang pertama diraih Indonesia sepanjang sepak takraw dimainkan di pesta olahraga terbesar se-Asia.

Thailand masih mendominasi cabang olahraga ini dengan menyabet empat medali emas dari enam nomor yang dipertandingkan, sementara Indonesia dan Malaysia sama-sama mendapat sebiji emas.

“Alhamdulillah, sepak takraw akhirnya bisa menyumbangkan medali emas,” tutur pelatih timnas sepak takraw Asry Syam, usai pertandingan.

Menurut ia, kekuatan mental tanding menjadi faktor penentu kemenangan anak asuhnya pada laga final. “Faktor mental itu sangat penting dan Jepang sudah paham kalau faktor ini jadi kelemahan anak-anak,” tambahnya.

Kontingen Indonesia hingga satu hari jelang penutupan mengumpulkan 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu, dengan menempati peringkat ke-4. Selain emas, duta olahraga Indonesia juga menambah satu medali perak dari kano tunggal putri dan tiga perunggu masing-masing dua melalui bridge nomor pasangan serta satu lainnya dari soft tenis beregu putra.

antara

(Antara)