Jakarta, Aktual.co — Serangan udara menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 30 lagi di kampung pengungsi di Yaman baratlaut pada Senin (30/3), kata badan kemanusiaan Dokter tanpa Perbatasan (MSF).
Limabelas jasad dan 30 orang luka dibawa ke rumah sakit Haradh, tempat MSF bergiat, di dekat kampung Al-Mazrak di propinsi Hajja, kata manajer program MSF di Timur Tengah, Pablo Marco, dikutip AFP, Selasa (31/3).
“Itu serangan udara,” katanya, dengan menambahkan bahwa kemungkinan, banyak lagi yang tewas di kampung Al-Mazrak.
Kantor Penggalangan Urusan Kemanusiaan (OCHA) Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyatakan kampung diserang.
Pesawat tempur sekutu Arab pimpinan Arab Saudi menembaki kedudukan pemberontak Houthi di Yaman dalam lima hari belakangan.
Kampung, sejak 2009, ditempati pengungsi Yaman akibat perang pemberontak Huthi utara dengan pemerintah pusat.
Pejabat MSF menyatakan 500 keluarga baru tiba di kampung itu pada dua hari belakangan.
Angkatan laut Arab Saudi pada Sabtu (28/3), mengungsikan puluhan diplomatnya dari Yaman, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menarik staf internasionalnya setelah tiga malam serangan udara pimpinan Saudi, yang berupaya membendung laju pejuang Houthi sekutu Iran.
Delapanpuluh enam diplomat asing dan warga negara Arab Saudi diangkut keluar dari Aden menggunakan kapal menuju kota pelabuhan di laut Merah, Jeddah, kata pejabat tentara Saudi.
Mereka keluar dari kota itu, tempat Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi sebelumnya mengamankan diri hingga Kamis. Setelah itu, sang presiden pergi meninggalkan negaranya ke Mesir untuk minta dukungan Arab bagi kekuasaannya, yang runtuh.
Di ibu kota Yaman, Sanaa, yang dikuasai Houthi sejak September, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan sebagian besar dari 100 anggota staf internasionalnya diungsikan.
Pejabat bandar udara menyatakan sekitar 250 warga negara asing, yang bekerja untuk perusahaan minyak dan lembaga swadaya masyarakat antarbangsa, juga sudah terbang ke Ethiopia dan Djibouti.
Sementara itu, Tiongkok mengirimkan armada Angkatan Laut-nya untuk mengungsikan warganya dari Yaman akibat kemelut politik di negara tersebut.
Keterangan Kementerian Pertahanan Tiongkok pada Senin menyatakan armada itu berasal dari satuan tugas di teluk Aden dan perairan Somalia.
Artikel ini ditulis oleh:
















