Direktur Utama PT Madusari Murni Indah Tbk, Arief Goenadibrata (kanan) bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesia ,Inarno Djayadi melihat dari dekat layar lantai bursa disela sela pencatatan saham perdana PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) di Main Hall,BEI,Jakarta, Kamis (30/8). MOLI tercatat sebagai emiten ke 34 di BEI di tahun 2018 dengan melepas 351.000.000 saham atau 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. MOLI adalah perusahaan holding yang menaungi PT Molindo Raya Industrial sebagai pabrik Ethanol dengan kapasitas produksi 80.000 KL per tahun, Perusahaan ini didirikan di Malang pada tahun 1965. AKTUAL/Eko S Hilman

Solo, Aktual.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa kondisi pasar modal di dalam negeri mulai positif pasca pengumuman Mahkamah Konstitusi (MK) pada Sidang Sengketa Pemilihan Presiden 2019.

“Sepekan terakhir mulai ada geliat positif, dana asing yang masuk mencapai Rp1,8 triliun,” kata Kepala BEI Surakarta, Jawa Tengah, M Wira Adibrata di Solo, Rabu (3/7).

Ia mengatakan sektor yang banyak diminati oleh investor salah satunya infrastruktur,  seiring dengan gencarnya pemerintah menggarap sektor tersebut.

Ia mengakui sebelum ada keputusan tersebut masih banyak investor terutama asing yang enggan untuk memasukkan dana mereka ke pasar modal dalam negeri.

“Mereka cenderung ‘wait and see’. Meski gejolak politik di Indonesia tidak terlalu berdampak signifikan ke pasar modal, secara psikologis pasar pasti akan berpengaruh. Investor tidak ingin salah langkah,” katanya.

Sementara itu, mengenai data di Solo, dikatakannya, saat ini rata-rata transaksi bulanan sebesar Rp3 triliun hingga Rp3,5 triliun.

“Kalau dari Januari hingga April transaksinya sudah mencapai Rp10,3 triliun,” katanya.

Pihaknya berharap dengan kondisi politik yang stabil akan berdampak positif bagi angka transaksi di Soloraya.

“Selain karena kondisi politik yang mulai stabil, memang pascalebaran pergerakan investasi lumayan bergeliat tetapi tidak sekencang bulan sebelumnya,” katanya.

(Arbie Marwan)