Singapura, Aktual.com – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan junta Myanmar harus tetap tidak diikutsertakan dalam pertemuan-pertemuan ASEAN, sampai junta bekerja sama menjalankan rencana perdamaian yang telah disepakati.

Lee mendesak Kamboja, sebagai ketua ASEAN tahun ini, untuk melibatkan semua pihak dalam penyelesaian konflik Myanmar—kata Kementerian Luar Negeri Singapura pada Sabtu (15/1).

Pernyataan tersebut dia sampaikan ketika melakukan pembicaraan melalui video dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada Jumat (14/1).

Kepada Hun Sen, Lee mengatakan bahwa ASEAN harus mempertahankan posisinya untuk mengundang perwakilan nonpolitik dari Myanmar ke pertemuan-pertemuan perhimpunan negara itu dan setiap keputusan untuk mengubah sikap tersebut “harus didasarkan pada fakta baru”.

Pembicaraan itu berlangsung pascakunjungan kontroversial Hun Sen pekan lalu ke Myanmar. Selama kunjungan tersebut, ia bertemu dengan kepala junta Min Aung Hlaing.

Min Aung Hlaing tidak diikutsertakan dalam KTT ASEAN tahun lalu karena dinilai gagal mengimplementasikan Konsensus Lima Poin, yang ditujukan untuk mengakhiri krisis dan memungkinkan pelaksanaan dialog inklusif setelah militer Myanmar melakukan kudeta tahun lalu.

Lee mengatakan kepada Hun Sen bahwa setiap pendekatan dengan Myanmar perlu melibatkan “semua pihak yang berkepentingan”, termasuk partai pemimpin yang digulingkan, Aung San Suu Kyi.

PM Singapura itu mengatakan bahwa, terlepas dari komitmen perdamaian Myanmar, militer telah melanjutkan serangan terhadap lawan politiknya dan menjatuhkan hukuman penjara lebih lanjut terhadap Suu Kyi.

Hun Sen membuat beberapa proposal kepada Lee tentang bagaimana mengoordinasikan gencatan senjata di Myanmar dan memberikan bantuan kemanusiaan.

Lee menjawab bahwa proposal itu bisa menjadi rumit karena tidak ada akses ke semua pihak, meskipun Singapura pada prinsipnya tidak keberatan dengan gagasan itu.

Semua proposal Kamboja, sebagai ketua ASEAN, harus didiskusikan lebih lanjut di antara para menteri luar negeri ASEAN, kata Lee, menurut pernyataan dari Kemlu Singapura.

“Perdana Menteri Lee berharap Kamboja mempertimbangkan pandangannya dan pandangan para pemimpin ASEAN lainnya,” kata kementerian itu.

Kamboja memutuskan menunda pertemuan perdana kepemimpinan ASEAN, yang dijadwalkan minggu depan, karena beberapa menteri luar negeri telah menyatakan “kesulitan” untuk hadir.

Pernyataan Lee juga muncul beberapa hari setelah Menlu Kamboja Prak Sokhonn mengatakan di laman Facebook-nya bahwa Singapura mendukung pendekatan Kamboja terhadap krisis Myanmar. (Reuters)

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)