Kupang, Aktual.com – Kondisi keamanan di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur tetap kondunsif usai tertangkapnya Bupati, Marianus Sae dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (11/2).

“Kondisi keamanan di Ngada dalam kondisi aman. Anggota Kepolisian bersama TNI tetapi siaga guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di daerah ini,” kata Kapolres Ngada, AKBP Firman Affandi ketika dikonfirmasi, Senin (12/2).

Firman mengatakan itu terkait telah ditetapkanya Bupati Ngada, Marianus Sae sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pembangunan infrastruktur di Ngada, Flores, senilai Rp4,1 miliar.

Firman mengatakan, aktivitas perkantoran dan perdagangan di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada masih berjalan normal.

“Khusus di Kantor Bupati Ngada memang situasinya sepi sejak Senin (12/2). Besok aktivitasnya perkantor ini sudah berjalan seperti biasanya. Secara umum kondisi keamanan di daerah ini tetap aman,” tutur Firman.

Firman menambahkan, penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yang diduga terkait kasus penyuapan yang menyeret Marianus Sae.

“Tiga orang itu telah menjalani pemeriksaan di Polres Ngada. Pemeriksaan itu dilakukan penyidikan KPK sejak Minggu hingga Senin (12/2) dini hari,” tegasnya.

Ia mengatakan dua dari tiga orang yang diperiksa telah dibawah ke Jakarta oleh penyidik KPK yaitu Kepala BNI Cabang Bajawa serta seorang pengusaha berinisial BN.

“Penyidik KPK sudah membawah dua orang itu ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta,” ucap Firman.

Untuk diketahui Marianus Sae, Bupati Ngada dua priode dan menjadi calon Gubernur NTT periode 2018-2023 dalam Pilkada 2018 terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (11/2).

 

Ant.

()