Banda Aceh, Aktual.co — Soal ujian nasional (UN) untuk SMP tertukar dengan soal UN SMU di Aceh Selatan, pada hari pertama ujian, Senin (4/5).
Informasi yang dihimpun Aktual.co, soal itu untuk SMPN 2 Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan. Dalam wawancara usai melakukan peninjauan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo menjelaskan, kesalahan yang terjadi bukan karena kesalahan pendistribusian, tetapi pada kesalahan saat pengepakan soal.
“Alhamdulillah, dalam hal distribusi kita tidak mengalami kendala. Kesalahan yang terjadi hari ini memang tidak dapat kita prediksi, karena segala hal telah kita upayakan dengan semaksimal mungkin. Namun ternyata isi amplop soal yang bermasalah. Di luar amplop tertulis soal ujian bahasa Indonesia, namun isinya ternyata soal bahasa Indonesia untuk jurusan IPA tingkat SMU,” terang hasanuddin Dardjo.
Menyikapi hal tersebut, Kadisdik Aceh telah melakukan langkah strategis untuk memastikan kegiatan UN yang diikuiti oleh 129 siswa di sekolah tersebut tetap dilaksanakan hari ini.
“Dari tujuh ruang, hanya di ruang tujuh yang soalnya benar, sedangkan ruang satu hingga ruang enam soalnya adalah soal Bahasa Indonesia untuk SMA. Menyikapi hal tersebut, kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait disana untuk memperbanyak soal tersebut. Untuk menghindari kebocoran soal kita sudah mengkarantina seluruh siswa yang mengikuti ujian hari ini,” tambah Kadisdik Aceh.
Hasanuddin menambahkan, untuk menghindari kebocoran soal saat proses memperbanyak soal ujian, seluruh proses, mulai dari membawa ke tempat poto kopi dan pendistribusian kembali ke sekolah, soal akan diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian dan pihak pengawas ujian.
“Bahkan, setelah proses memperbanyak soal selesai dilaksanakan, tempat poto kopi soal tersebut akan dijaga oleh beberapa personil polisi hingga ujian hari ini selesai dilaksanakan. Hal ini kita lakukan untuk meminimalisir kebocoran soal,” katanya.
“Kita terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, baik di kabupaten terkait maupun pihak penyelenggara tingkat pusat di Jakarta mengenai kesalahan pendistribusian soal hari ini. Semoga pada hari berikutnya tidak terjadi lagi kesalahan seperti ini,” pungkas Hasanuddin Dardjo.
Artikel ini ditulis oleh:












