Jakarta, Aktual.com — Tim putra voli pantai Indonesia memperkuat latihan strategi menjelang turnamen kualifikasi Olimpiade Rio 2016 cabang voli pantai di Australia, Juni mendatang.

“Kami sudah masuk latihan strategi tim, baik untuk menyerang maupun bertahan. Latihan ini merupakan tahapan setelah latihan fisik dan kemampuan individu,” kata kapten tim putra voli pantai Indonesia, Ade Chandra Rahmawan, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (15/02).

Chandra mengatakan bahwa latihan strategi tim itu perlu untuk menghadapi tim-tim kuat, seperti tim Tiongkok, Kazakhstan, tuan rumah Australia, dan tim Jepang.

“Tim Tiongkok dan Kazakhstan punya atlet dengan rata-rata tinggi badan 197 sampai dengan 204 cm. Jangkauan pukulan mereka lebih jauh dan tinggi. Mereka juga sering ikut kejuaraan-kejuaraan internasional,” kata Chandra.

Tim Tiongkok juga terkenal dengan permainan depan net sehingga tim Indonesia harus mampu mengecoh serangan lawan.

Meskipun tim Australia dan tim Jepang banyak diisi pemain-pemain baru, Indonesia tetap mewaspadai kedua tim itu karena pada pertandingan-pertandingan internasional sebelumnya mereka punya pemain-pemain bagus.

Tim Indonesia, menurut Chandra, harus menyiasati lawan-lawan dengan mengandalkan bola-bola cepat dan pukulan servis selain kemampuan bertahan di lapangan berangin kencang.

“Kami juga akan mengevaluasi latihan strategi tim ini. Sekiranya kemampuan individu kurang bagus, kami akan berlatih individu selepas latihan tim,” katanya lagi.

Sebelum mengikuti turnamen kualifikasi Olimpiade Rio di Australia, tim pelatnas putra voli pantai akan mengikuti tiga turnamen uji coba, yaitu satu turnamen di Australia pada tanggal 23 hingga 26 Maret dan dua turnamen di Thailand masing-masing pada tanggal 9 sampai 12 April, dan 13 sampai dengan 16 April.

Tim pelatnas putra voli pantai terdiri atas tiga tim, yaitu Ade Chandra/Rendy Verdian, Mohammad Ashfiya/Fahriansyah, dan Gilang Ramadhan/Danangsyah.

()