Jakarta, Aktual.Com-Rusia dan Cina menveto sanksi Dewan Keamanan PBB yang didukung oleh kekuatan Barat kepada Suriah, dan Suriah pun bisa bernafas lega.
PBB telah menuding Presiden Suriah Bashar al-Assad memakai senjata kimia dalam perang saudara yang sudah berlangsung sejak tahun 2011.
Draf resolusi sendiri disiapkan oleh Inggris, Prancis dan Amerika Serikat itu dibawa ke sidang pada Selasa, 28 Februari 2017, dan mendapatkan dukungan dari sembilan negara. Sementara Rusia, Cina dan Bolivia menolak. Sedangkan tiga anggota Dewan Keamanan lainnya, Kazahkstan, Ethiopia dan Mesir memilih abstein.
Dewan Keamanan PBB sendiri terdiri atas 15 negara, lima di antaranya adalah anggota tetap dan memiliki hak veto, mereka adalah Rusia, Cina, Prancis, Inggris dan AS.
“Ini adalah keputusan veto Rusia yang ketujuh dalam lima tahun untuk menyelamatkan sekutunya, Suriah,” tulis Al Jazeera.
Yang mejadi target sasaran Resolusi Dewan Keamanan PBB itu adalah 11 komandan militer Suriah yang dianggap bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia pada tahun 2014 dan 2015.
“Mereka akan dimasukkan ke dalam daftar hitam PBB,” ujar Al Jazeera.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut jika penerapan sanksi terhadap Suriah selama perundingan damai di Jenewa berlangsung adalah sikap tak elegan yang bisa merusak upaya mengakhiri perang yang telah berjalan selama kurun enam tahun.
Pewarta : Gespy Kartikawati Amino
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















