Karena anda adalah orang yang suka memberi kepada orang yang tidak punya, menyambung tali persaudaraan, anda menanggung orang yang tidak punya pekerjaan, memuliakan tamu, dan anda suka membantu dalam segala hal yang benar, maka saya akan menjamin keamanan anda, pulanglah ke kampung halaman anda. Hingga akhirnya, Abu Bakarpun kembali ke kota Mekah bersama Abu Daghinah.

Kemudian dirinya pun berkata kepada para pembesar Quraisy, bahwa Abu Bakar berada pada jaminan keamanannya, dan tidak ada satupun dari mereka yang boleh menyakiti sahabatnya ini. Abu Bakar pun membuat musalla didepan rumahnya dan beribadah dengan tenang disana.

Syekh Yusri menambahkan, bahwa sifat-sifat yang dimiliki oleh Abu Bakar RA sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnu Daghinah, adalah merupakan sifat-sifat yang ada pada baginda Nabi SAW, sebagaimana telah disebutkan oleh sayyidah Khadijah RA, yaitu pada hadits:

” وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ وَتَقْرِى الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ ”

Artinya: “Demi Allah, Allah tidak akan pernah mencelakakan dirimu wahai Muhammad selama-lamanya, anda adalah orang yang menyambung tali persaudaraan, anda menanggung orang yang tidak punya pekerjaan, memuliakan tamu, dan anda suka membantu dalam segala hal yang benar”(HR. Bukhari).

Syekh Yusri menjelaskan, bahwa karena adanya persamaan sifat-sifat inilah, Allah memilih Abu Bakar RA untuk mendapatkan kemuliaan ini, sebagai kekasih Rasulullah SAW. Wallahu A’lam.

Laporan: Abdullah Alyusriy

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid