Maka dari itulah, makna hadits di atas bahwa Allah Swt-lah yang menciptakan setiap perkara ataupun kejadian yang ada di dunia ini dalam bentuk Qadha dan takdirNya.

Sebagaimana Allah Swt memberikan cobaan kepada hambaNya dengan kenikmatan, begitu juga Allah Swt mencoba kita dengan musibah, dan semua itu agar menjadi jelas siapakah yang paling baik amalnya diantara kita dan agar kita senantiasa kembali kepadaNya.

Allah Ta’ala telah berfirman:

” (وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ)”

Artinya: “Dan Kami telah berikan cobaan kepada mereka dengan kebaikan (kenikmatan) dan keburukan (musibah) agar mereka kembali “(QS. Al A’raf: 168).
Dalam ayat lain Allah Swt berfirman:

(الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا)

Artinya: “Allah Dzat yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk mencoba kalian, siapakah diantara kalian yang paling baik amalnya “(QS. Almulk: 2). Wallahu a’lam.

Laporan: Abdulah Alyusriy

(Abdul Hamid)