Jakarta, Aktual.co — Wartawan Perancis Didier Francois yang pernah menghabiskan waktu selama 10 bulan sebagai tahanan ISIS mengatakan kelompok tersebut tak sedikit pun peduli tentang Islam. Mereka bahkan tidak memiliki Al-Qur’an, dan tak pernah mengkajinya. Menurut Didier, selama ia menjadi tawanan, ia tak pernah melihat anggota ISIS berdiskusi tentang agama diantara sesama mereka.
“Tidak pernah ada diskusi tentang al qur’an. Diskusi mereka lebih banyak politik, bukan isi Al-Qur’an. Mereka menghujani kami dengan apa yang mereka percayai. Namun mereka tak memberikan kami Qur’an untuk kami belajar, dan mendengar mereka mendiskusikan isinya,” kata Didier sebagaimana disampaikan kepada CNN, Rabu (4/2). Didier juga mengungkapkan bagaimana ia menyaksikan tawanan ISIS hidup dalam kondisi mengenaskan. “Saat saya melewati koridor ketika hendak ke toilet, saya bisa melihat mereka terbaring dengan darah di sekelilingnya. Saya bisa menyaksikan rantai, tali dan jeruji besi.”
Pria ini juga mengaku dipukuli, namun tidak terjadi setiap hari. Didier Francois adalah salah satu dari empat wartawan yang dibebaskan ISIS pada April 2014. Ia ditahan sejak Juni 2013 di Suriah bersama tiga rekannya, Edouard Elias, Nicholas Henin dan Pierre Torres. “Sangat sulit berada di tangan orang-orang yang kamu tahu mereka telah membunuh ratusan dan ribuan warga Suriah, Irak, Libya, Tunisia, dan dapat menempatkan bom di negara kita. Saya bersyukur bisa lepas dari mereka,” katanya menambahkan.
.yzmpa_tooltip_box {direction:ltr;text-align:left;display:none;font:12px/20px Arial, Helvetica, sans-serif;width: 121px;box-sizing: border-box;height: 137px;position: absolute;bottom: -110px;right: 20px;background: #ffffff;padding: 8px;color:#494949;font-weight:400;-moz-box-shadow: 0 0 20px 0px #AAA4A4;-webkit-box-shadow: 0 0 20px 0px #AAA4A4;box-shadow: 0 0 20px 0px #AAA4A4;z-index:2;margin-bottom:2px;-moz-border-radius: 4px;-webkit-border-radius: 4px;-khtml-border-radius: 4px;border-radius: 4px;}.yzmpa_tooltip_box:after, .illu_tooltip_box:before {top: 9%;right:-9px;border: solid transparent;content: ” “; height: 0;width: 0;position: absolute;pointer-events: none;}.yzmpa_tooltip_box:after {border-color: rgba(255, 255, 255, 0);border-top-color: #ffffff;border-width: 9px;margin-left: -11px;}.yzmpa_tooltip_box:before {border-color: rgba(0, 0, 0, 0);border-top-color: #000000; border-width: 10px; margin-left: -12px;}.yzmpa_tooltip_box label {line-height: 20px;cursor:pointer;display:inline-block;}.yzmpa_tooltip_box label input[type=radio]{float: left;cursor: pointer;margin: 4px 4px 0 2px;}.yzmpa_close_dialog_header{background: #C4C4C4;padding-left: 5px;font-weight: bold;width:100px;margin-bottom:2px;}.yzmpa_close_dialog_btn{position: relative;font-family: serif;top:-20px;font-size: 20px;cursor: pointer;float:right;font-weight:normal;height:0px;padding-right:2px;}div.eng_slide > a > img {width:119px !important;height:102px !important;}div.eng_slide a,div.eng_slide span {width:119px !important;}#git_wrapper_0{width:100%;position:relative;padding-top:20px;overflow:hidden;font-family:inherit;float:left;}.engageya_case31_image{white-space:normal !important;width:148px;float:left;position:relative;text-decoration:none !important;}.engageya_case31_text{text-align:left;position:relative;font-style: inherit; font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 13px; padding:1px;width:148px;height:100%;font-weight:bold;}.like_facebook {float:left;margin-top:5px;min-width:85px;height:20px;background:url(“http://ext1.engageya.com/widget/img/facebook-counter-bg.png”) no-repeat left;border:none;}.like_facebook span {float:right;height:20px;font-size:10px;font-family:Arial;color:black;background:url(“http://ext1.engageya.com/widget/img/facebook-counter-repeat.png”) repeat-x;border-right:solid 1px #c1c1c1;border-top: none;border-bottom: none;margin-top: 1px;height: 18px;margin-right: 0px;padding-right: 6px;line-height: 18px;}

















