Sejumlah pelajar berangkat sekolah menggunakan perahu tradisional menembus kawasan yang diselimuti kabut asap di Sungai Ogan, Palembang, Sumsel, Jumat (4/9). Sejumlah daerah di Sumatera Selatan terkena kabut asap dampak kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera. Tercatat terdapat 999 titik api (hotspot) di Sumatera yang terpantau melalui Satelit AQUA/TERRA MODIS milik BMKG. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye/15

Jakarta, Aktual.com — Warga Kota Dumai, Provinsi Riau mengeluhkan buruknya kualitas udara akibat cemaran kabut asap, yang menyelimuti daerah ini sehingga menyebabkan terganggu kenyamanan dan aktivitas warga pada Sabtu (26/9).

“Padahal sudah beberapa hari ini udara mulai membaik karena asap hilang, tapi kita gak tahu kok bisa muncul lagi, dan jadinya aktivitas kembali terganggu,” kata warga Dumai Falli Ahmad.

Dia mengaku, akibat asap telah menghalangi jarak pandang darat hingga menyisakan 200 meter, dan ketebalan hampir sama seperti kejadian beberapa hari lalu. Warga Dumai lain, Yuni berharap hujan bisa turun dan menghilangkan kabut asap di daerah ini sehingga tidak perlu kuatir lagi ketika menjalankan aktivitas diluar ruangan.

Meski tidak mengetahui asal asap ini, dia mengharapkan pemerintah segera mengatasi dan mengendalikan kebakaran hutan supaya tidak terlalu berpengaruh buruk bagi kehidupan makhluk.

“Semoga hujan bisa turun dan asap secepatnya hilang karena sangat mengancam kesehatan masyarakat,” kata dia.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai Tengku Ismet menduga asap masih kiriman dari beberapa daerah karena titik api nihil berdasarkan pemantauan satelit NOAA-18.

Namun, selama dua hari ini, petugas gabungan, terdiri BPBD, TNI Polri, Polisi Kehutanan dan Manggala Agni bekerja keras memadamkan titik panas di areal lahan kosong di Jalan Batu Bintang seluas lebih dari 500 meter persegi.

“Asap diduga masih kiriman karena titik api nihil, cuma ada kebakaran lahan ukuran kecil dan telah berhasil dipadamkan,” kata dia.

Sebelumnya pada Selasa 22 September 2015 lalu, Pemerintah Kota Dumai dan ratusan warga menggelar zikir bersama karena kualitas udara membaik akibat kabut asap perlahan hilang disiram hujan.

()

(Wisnu)