Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dianggap berlaku tidak adil dalam menyikapi kerusakan yang terjadi di taman Monas usai gelaran pesta rakyat para pendukung pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla, Senin (20/10) lalu.
Yakni dengan tidak menegur panitia penyelenggara pesta rakyat itu.
Disampaikan Wakil ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik, dulu saat musim kampanye massa pendukung Gerindra pernah ditegur oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lantaran dianggap merusak taman di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum.
Sedangkan saat massa pendukung pasangan Jokowi-JK melakukan hal yang sama di pesta rakyat, Ahok justru tidak mau menegur. Dia malah mengatakan pihak Pemprov DKI sendiri yang akan menata kembali taman yang rusak saat Pesta Rakyat digelar. 
“Pemprov harusnya adil dong dalam melakukan teguran. Saya dulu ditegor merusak taman di depan KPU, terus dimana lagi. ya tegur juga dong kan sama-sama rusak,” kata Taufik di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (24/10).
Dia menuding sikap berat sebelah Ahok terkait pandangan politiknya sehingga tidak ada peneguran atas kerugian DKI Jakarta usai Pesta Rakyat di Monas. 
“Itu yang saya bilang melakukan sesuatu berdasarkan politik dirinya, maka tidak akan konsisten. Ini ditegur ini enggak, kan ini sarana umum. Mesti ada penegoran, ya jangan tebang pilih ya. Dia (Ahok) bilang itu rusak nya gak parah, mau parah mau gak ya ditegor dong. Sama-sama rusak kok,” ujarnya.
Sebelumnya Unit Pengelola (UP) Kawasan Monas Rini Hariyani mengatakan akan meminta pertanggungjawaban panitia penyelenggara Pesta Rakyat di Monas terkait kerusakan sejumlah taman dan tanaman akibat Pesta Rakyat di Monas.
“Kami meminta pada panitia penyelenggara untuk bertanggung jawab atas ketertiban dan kebersihan Monas. Untuk kerugiannya, sesuai dengan kesepakatan saja. Pihak panitia penyelenggara yang akan menggantinya nanti,” kata Rini minggu lalu.

()