Bandung, Aktual.com – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil enggan kotanya disebut sebagai wilayah darurat banjir. Sebab, sampai saat ini bajir terjadi merupakan dampak ekstrimnya cuaca saat ini.

Seperti bajir dibeberapa titik saat terjadi hujan deras pada Minggu 13 November kemarin. Selain kawasan Pagarsih, banjir menggenangi beberapa fasilitas pelayanan publik seperti Rumah Sakit Mata Cicendo dan Stasiun Bandung.

“Itu kapasitas si hujannya tiga kali lipat dari yang normal. Jadi mohon media juga meliput secara keilmiahan, bukan masalah kenapa tiba-tiba stasiun (Bandung) banjir,” kata Ridwan Kamil ketika ditemui, Senin (14/11).

Menurutnya, Kota Bandung tidak bisa dibilang darurat banjir, sebab hingga saat ini tidak ada pengungsian yang terjadi. Jika dikatakan darurat banjir berimbas pada dibangunnya tenda-tenda pengungsian seperti yang terjadi di kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah di Kabupaten Bandung.

“Kalau disebut krisis itu kalau sudah ada pengungsian seperti di kota-kabupaten lain baru masuk ke status kebencanaan. Tapi kalau kaya gini masih bisa dengan peringatan-peringatan dan kewaspadaan dan kesiapan dari petugas.”

Dia mengaku terus melakukan pengkajian dan antisipasi dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait lainnya. “Nanti malam akan dirapatkan kembali dengan pihak-pihak terkait.”

Laporan: Muhammad Jatnika

(Wisnu)