Warga membaca surat peringatan dari pemprov DKI Jakarta di salah satu kafe di Kalijodo, Jakarta, Kamis (18/2). Pemprov DKI Jakarta memberikat surat peringatan ke-1 (SP1) terkait penertiban kawasan Kalijodo.

Jakarta, Aktual.com – Disaat kebanyakan orang memilih pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk berkumpul bersama keluarganya, Ati (50) memilih tetap di Jakarta saat perayaan lebaran 1437 H.

Hal itu dikarenakan, dirinya tidak memiliki cukup ongkos untuk berangkat ke kampung halamannya, Pekalongan.

“Boro-boro mudik, uangnya sudah ludes,” akunya kepada Aktual.com di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (7/7).

Ati yang merupakan bekas warga Kalijodo mengaku, bahwa selama empat bulan lebih tinggal di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur dirinya tidak memiliki mata pencaharian sehingga, ia tidak memiliki tabungan yang cukup guna mudik bersama keluarganya.

“Apalagi buat mudik, lebaran aja cuma masak ketupat,” keluh dia sambil menahan sedih.

Senada dengan Ati, warga ex Kalijodl lainnya, Ninggsih (42) mengatakan bahwa baru kali inilah dirinya tidak melangsungkan tradisi tahunan itu.

“Tiap tahun mudik kumpul sama sekeluarga, sekarang di rumah aja lebaran sama tetangga-tetangga yang gak mudik juga,” tutur dia yang mengatakan bahwa seluruh bekas warga Tambora yang menghuni rusun tidak bisa mudik lantaran tidak cukup uang.

Selain tak bisa mudik, kesedihan lainnya ialah tidak bisa membelikan baju baru untuk kedua anaknya.

“Buat makan aja udah ngutang, masak mau nambah lagi, gimana nanti bayarnya,” tutupnya.

(Agung Rizki)

Artikel ini ditulis oleh: