Jakarta, aktual.com – Kemarin malam Majlis Rasulullah Pancoran Jakarta Selatan kedatangan Syaikh Abdus Salam dari kota Baidha Yaman Utara, ia mengatakan datangnya ia ke sini karena Mendapatkan wasiat dari al-Habib Umar untuk dapat berkumpul di Majlis Rasulullah.

Majlis yang rutin dilaksanakan di masjid al-Munawar pada setiap malam selasa ini, pada pengajian kemarin, bertepatan dengan Malam pertama bulan rabiul awal atau dikenal dengan bulan maulid, menurut Syaikh Abdus Salam yang ia kutip dari al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habasyi bahwa bulan maulid adalah senikmat nikmatnya bulan, sehingga kebiasaan umat islam kebanyakan meraka merayakan maulid baik dari daerah barat maupun daerah timur.

al-Habib Abdul Qadir As-Segaf pernah mengatakan tanda dari keimanan seseorang adalah berbahagia dengan kedatangan bulan kelahiran nabi, hal ini dapat dikiyaskan dengan bahagianya penduduk kota Madinah ketika nabi sampai di Madinah pada saat hijrahnya dari Mekah, semua penduduk Madinah keluar dari rumahnya baik laki-laki, perempuan sampai anak-anak sambil memukul  hadrah dan menyayikan qosidah yang awalnya berbunyi:

thala’al badru ‘alaina, min tsaniyatil wada’i wajabas syukru ‘alaina, ma da’a lillahi da’in yang artinya “telah muncul purnama kepada kami, dari daerah Tsaniyatul Wada’ wajiblah bagi kita untuk bersyukur, selagi masih ada orang yang berdoa kepada Allah”.

Syaikh Abdus Salam mengatakan habib Mundir hanya satu orang dan Allah menghidupkan hati-hati manusia sebab keberkahannya. Menurutnya habib Mundir adalah orang yang pertama bersambung dengan Darul Musthafa, saya tahu ketika ia di Baidha bersama gurunya, habib Umar, saya lihat ia adalah manusia yang mempunyai kesungguhan, kemulyaan, kedermawanan, keagungan, dan Majlis Masulullah menjadi bukti atas kepribadiannya.

Dan Syaikh Abdus Salam berpesan untuk memperbnayak shlawat dan salam agar hati kita menjadi hidup dan menjaga majlis seperti ini di setiap malamnya agar Allah berkahkan kehidupan kita semua. [Eko]

(Zaenal Arifin)