Jakarta, Aktual.co — Tanah ambles dengan diameter tiga meter dan kedalaman dua meter, terjadi di ladang milik Wartijo warga Dusun Karangrejek, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemilik lahan Wartijo mengatakan, kejadiannya pada Minggu (28/12) siang saat dirinya sedang di ladang, dan mendengar suara gemericik air.

“Selesai membersihkan rumput saya melihat ada lubang di tengah ladang,” katanya di Gunung Kidul, Senin (29/12).

Melihat adanya lubang dan air masuk ke lubang, dia berusaha menutup lubang itu dengan menggunakan batu serta tanah yang berada di sekitar lokasi itu.

“Agar air tidak masuk ke dalam, saya menutup lubang dengan menggunakan batu, tanah dan daun,” katanya.

Wartijo dibantu tetangganya berusaha menutup lubang di ladang padi dan jagung miliknya itu. “Ada sekitar 20 batu besar untuk menutup agar air tidak masuk semuanya,” katanya.

Dia menceritakan, sebelum ambles, tanah di sekitar lokasi seperti ada genangan air, dan muncul gelembung. “Gluduk-gluduk suaranya,” kata dia.

Salah seorang warga lainnya, Surojo mengaku mendengar suara gemuruh saat mencoba menjajaki lubang dengan kayu. “Suaranya gemuruh, seperti ada rongga di dalamnya,” katanya.

Sementara itu, dosen Fakultas Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Wahyu Wilopo mengatakan fenomena tanah ambles di Gunung Kidul merupakan proses alamiah biasa di kawasan karst (tanah kapur).

“Amblesan di kawasan karst merupakan fenomena biasa, karena memang di dalamnya terdapat gua dan sungai,” kata Wahyu.

Ia mengatakan sungai dan gua di dalam tanah kawasan karst lubangnya akan semakin membesar. Sementara dari atas tanah ada penumpukan air di kawasan tertentu, yang masuk melalui sela dalam tanah, sehingga menyebabkan ambles.

Untuk wilayah Gunung Kidul, Wahyu Wilopo mengatakan fenomena ini sering terjadi di kawasan tengah kabupaten ini, yang sebagian merupakan tanah endapan.

Artikel ini ditulis oleh: